Nuansa Bisnis : Bisnis Anggrek Bulan

Anggrek bulan ditemukan diabad ke-17. sedangkan di Indonesia ditemukannya pertama kali oleh seseorang yang bernama rumphius di daerah Ambon pada tahun 1950 yang akhirnya anggrek itu diberi nama Epidendrum Albummajus.

Kemudian pada tahun 1753,Linnaeus memberikan nama Epidendrum Amabila pada spesies anggrek bulan di Nusa Kambangan,yang setelah itu diberi nama dengan Phalaenopsis Amabilis. Sejak itu hingga sekarang anggrek bulan dikategorikan dalam genus Phalaenopsis.

Berikut kedudukan tanaman anggrek bulan dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklsifikasikan di bawah ini :

Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)anggrek bulan

Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup)

Kelas : Monocotyledonae (biji berkeping satu)

Ordo : Orchidales

Famili : Orchidaceae

Genus : Phalaenopsis

Spesies : Phalaenopsis amabilis JJS;Phal. Javanica ;Phal amboinensis JJS,dll.

Ragam bentuk bunga,susunan dan warnanya sangat memikat hati. Tak terkecuali para kaum hawa kalau sudah kesensem bunga yang satu ini ratusan ribu rupiah harganya bukan persoalan demi mendapatkan kecantikannya.

Di bawah ini beberapa jenis atau spesies anggrek bulan yang banyak dijumpai :

  1. Phalaenopsis amabilis (L) (ditemukan di daerah sulawesi)
  2. Phalaenopsis cornu-cervi (ditemukan di daerah jawa)
  3. Phalaenopsis gigantean JJS (ditemukan di daerah kalimantan)
  4. Phalaenopsis frimbiata (ditemukan di daerah Sumatra)
  5. Phalaenopsis kunstleri (ditemukan di daerah burma)
  6. Phalaenopsis corningiana (ditemukan di daerah Serawak)
  7. Phalaenopsis amboinensis (ditemukan di daerah Ambon)
  8. Phalaenopsis viridis (ditemukan di daerah Sumatra)
  9. Phalaenopsis celebensis (ditemukan di daerah sulawesi)
  10. Phalaenopsis sumatrana (ditemukan di daerah Sumatra)

Dan masih banyak lagi yang lainnya. Tetapi yang jelas tiap jenis atau spesies anggrek mempunyai daya tarik sendiri-sendiri. Karenanya pesona anggrek takkan pernah surut mengingat varian-varian baru hasil silangan banyak ragamnya.

Di dalam pemeliharaannya anggrek ini sebenarnya sangat simpel sekali. Yang perlu diperhatikan pertama kali bila menginginkan pesona anggrek bisa kita nikmati adalah media tumbuhnya harus mempunyai beberapa sifat seperti :

  1. Tidak lekas lapuk
  2. mampu mengikat air dan hara secara baik
  3. tidak menjadi sumber penyakit
  4. mempunyai aerasi yang baik
  5. dapat menjadi media bagi akat untuk melekat (menempel)

melihat karekteristik media yang disyaratkan tampaknya kulit batang pakis, sabut kelapa,pecahan arang,pecahan genteng yang paling mudah memenuhi syarat disamping tidak sulit menemukannya di sekitar tempat tinggal kita atau di toko-toko bunga.

Memulai pemeliharaan tanaman anggrek bisa dimulai dari dewasa yang tinggal melakukan perawatan untuk memunculkan pesona bunganya. Atau kalau mau lebih menantang lagi dan lebih bisa menjadikan pemahaman tentang anggrek secara lebih luas bisa dengan membeli bibit dalam botol.

Sehingga nantinya kita mengamati pertumbuhannya dari waktu ke waktu,karakternya sehingga akan membanggakan sekali bila kita berhasil membudidayakannya sendiri apalagi sampai kita bisa menyilangkan sendiri hingga menghasilkan varian baru dan memberi nama anggrek itu sesuai keinginan kita sendiri wooouuh.

Bibit dalam botol bisa didapatkan di pasar bunga. Tinggal pilih jenis dan warna yang diinginkan. Terkadang penjual mempunyai contoh anggrek ukuran dewasanya sehingga kita tahu nantinya anggrek yang kita beli dari bibit bentuk dan warnanya seperti apa.

Harga perbotol berkisar Rp 10.000,- s/d 40.000,-.

Kalau membeli bibit dalam botol hendaknya memilih tunas yang sudah besar dan isinya penuh. Itu bisa dibantu melihat tanggal persemaiannya yang tertulis di sisi botol. Itupun kalau pedagangnya jujur.

Tapi jangan khawatir besar-kecilnya tunas dan lebatnya sudah bisa menjadi ukuran untuk kita menentukan pilihan.

Labels: , , , , , , , ,

0 comments: