<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178</id><updated>2011-12-13T17:15:07.511+07:00</updated><category term='bisnis susu kambing'/><category term='sapi'/><category term='Nuansa'/><category term='bisnis ikan koi'/><category term='bisnis sapi'/><category term='Bekicot'/><category term='kain poles'/><category term='bisnis kain poles'/><category term='peternakan kambing'/><category term='ayam pedaging'/><category term='budidaya ikan lele'/><category term='kenari'/><category term='pengasinan telur'/><category term='ternak burung kenari'/><category term='adenium cantik'/><category term='bisnis sapi potong'/><category term='kelinci'/><category term='belut'/><category term='daging bekicot'/><category term='bebek'/><category term='budidaya sapi'/><category term='Air Tawar'/><category term='bisnis anggrek bulan'/><category term='budidaya burung parkit'/><category term='ayam kampung'/><category term='bisnis ikan mas koki'/><category term='budidaya jamur'/><category term='Floraanggrek bulan'/><category term='belut konsumsi'/><category term='budidaya anggrek'/><category term='pesona anggrek bulan'/><category term='laundry'/><category term='susu kambing organik'/><category term='jamur tiram'/><category term='cara pembuatan telur asin'/><category term='budidaya bekicot'/><category term='bisnis telur asin'/><category term='bisnis susu'/><category term='Ikan'/><category term='manfaat kain perca'/><category term='Nuansa Bisnis'/><category term='limbah kain'/><category term='perawatan ikan koki'/><category term='ikan lele'/><category term='Air Payau'/><category term='bisnis ikan mas koi'/><category term='bisnis jamur tiram'/><category term='adenium'/><category term='bisnis jamur merang'/><category term='bisnis lele'/><category term='bisnis kenari'/><category term='sapi potong'/><category term='lebah madu'/><category term='budidaya anggrek bulan'/><category term='Service'/><category term='bisnis adenium'/><category term='Perkembangbiakan'/><category term='Jamur'/><category term='aqua'/><category term='lele konsumsi'/><category term='koi'/><category term='Plastik'/><category term='Bisnis'/><category term='gelas aqua bekas'/><category term='bisnis kambing'/><category term='Budidaya'/><category term='ayam potong'/><category term='telur asin'/><category term='perkutut'/><category term='pengolahan gelas aqua bekas'/><category term='bisnis ayam kampung'/><category term='bisnis bekicot'/><category term='bisnis koki'/><category term='bisnis ayam petelur'/><category term='burung puyuh'/><category term='bisnis ayam potong'/><category term='warna burng parkit'/><category term='kambing'/><category term='pemanfaatan kain perca'/><category term='adenium unik'/><category term='bisnis burung'/><category term='proses telur asin'/><category term='Anggrek'/><category term='bisnis telur ayam'/><category term='botol plastik'/><category term='kain perca'/><category term='Susu'/><category term='bisnis kelinci'/><category term='Limbah'/><category term='budidaya jamur merang'/><category term='Kepiting'/><category term='Produksi'/><category term='bisnis jamur kuping'/><category term='telur ayam'/><category term='bisnis susu kambing organik'/><category term='ikan koi'/><category term='parkit cantik'/><category term='bisnis kain perca'/><category term='bunga warna pink'/><category term='ikan mas koki'/><category term='Ayam'/><category term='Bisnis Sampingan'/><category term='plastik daur ulang'/><category term='bisnis kelapa'/><category term='budidaya ikan mas koi'/><category term='ikan gurame'/><category term='cara perawatan ayam petelur'/><category term='bisnis jamur'/><category term='Perawatan'/><category term='bisnis burung puyuh'/><category term='burung parkit'/><category term='bisnis ayam pedaging'/><category term='bisnis lebah madu'/><category term='kelapa'/><category term='daging kambing'/><category term='pemeliharaan ikan koki'/><category term='Jasa'/><category term='bunga adenium'/><category term='gurami'/><category term='Lebah'/><category term='sampah'/><category term='parkit'/><category term='Flora'/><category term='bisnis ikan lele'/><category term='bunga anthurium'/><category term='Kain'/><category term='perawatan adenium'/><category term='gelas aqua'/><category term='ayam arab'/><category term='bisnis perkutut'/><category term='angsa'/><category term='perca'/><category term='bisnis belut'/><category term='budidaya parkit'/><category term='Burung'/><category term='budidaya jamur tiram'/><category term='susu kambing'/><category term='Telur'/><category term='jamur merang'/><category term='ikan koki'/><category term='Gurame'/><category term='budidaya lele'/><category term='bisnis bebek'/><category term='budidaya ayam potong'/><category term='budidaya ayam petelur'/><category term='bisnis kepiting'/><category term='susu kesehatan'/><category term='bisnis botol aqua bekas'/><category term='budidaya belut'/><category term='bisnis burung parkit'/><category term='organik'/><category term='bisnis angsa'/><category term='botol aqua bekas'/><category term='bisnis puyuh'/><category term='pemeliharaan burung kenari'/><category term='bisnis burung kenari'/><category term='botol bekas aqua'/><category term='bisnis ikan koki'/><category term='kain sisa'/><category term='burung kenari'/><category term='daur ulang'/><category term='jamur kuping'/><category term='bisnis ayam arab'/><category term='Madu'/><category term='perawatan anthurium'/><category term='bisnis burung perkutut'/><category term='Fauna'/><category term='budidaya puyuh'/><category term='penggemukan sapi'/><category term='budidaya kambing'/><category term='Rumansia'/><category term='bisnis anthurium'/><category term='Peralatan RT'/><category term='bisnis laundry'/><category term='Kiat'/><title type='text'>Nuansa Bisnis</title><subtitle type='html'>Media Inspirasi dan Penggali Peluang Bisnis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-178281090692387427</id><published>2008-05-02T05:05:00.007+07:00</published><updated>2008-05-08T15:28:30.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelapa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis kelapa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Kelapa</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pohon kelapa yang disebut juga dengan pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan  tepi pantai. Sangat banyak manfaat yang dapat  kita peroleh dari pohon kelapa. Mulai  dari batang, daun dan buahnya, semua dapat dimanfaatkan.  Mungkin karena manfaatnya sangat  banyak, pohon kelapa dijadikan logo "Praja Muda Karana" (Pramuka) di  Indonesia.  Dalam klasifikasi tumbuhan, pohon kelapa termasuk dalam &lt;i&gt;genus : cocos&lt;/i&gt; dan  &lt;i&gt;species : nucifera.&lt;/i&gt; Nah,  sekarang mari kita bahas satu persatu bagian dan manfaat dari pohon kelapa.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;b&gt; Bagian-bagian Kelapa &lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol type="square"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt; Buah kelapa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://www.e-smartschool.com/pnu/005/buahKelapa.gif" align="left" /&gt; Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga.   &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt; Kulit luar &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kulit luar merupakan lapisan tipis (0,14 mm) yang mempunyai permukaan licin dengan warna bervariasi dari hijau, kuning sampai jingga, tergantung kepada kematangan buah. Jika tidak ada goresan dan robek, kulit luar kedap air.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt; Sabut kelapa. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sabut kelapa merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35 % dari berat keseluruhan buah. Sabut kelapa terdiri dari serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat adalah bagian yang berharga dari sabut. Setiap butir kelapa mengandung serat 525 gram (75 % dari sabut), dan gabus 175 gram (25 % dari sabut).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt; Tempurung &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil dan berbagai mineral. Kandungan bahan-bahan tersebut beragam sesuai dengan jenis kelapanya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung. Berat tempurung sekitar 15~19 % dari berat keseluruhan buah kelapa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt; Kulit daging buah. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kulit daging buah adalah lapisan tipis coklat pada bagian terluar daging buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt; Daging buah. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Daging buah merupakan lapisan tebal (8~15 mm) berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Daging buah tua merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 35 %). Pada tabel 2 dapat dilihat komposisi zat gizi daging buah kelapa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt; Air kelapa. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air kelapa mengandung sedikit karbohidrat, protein, lemak dan beberapa mineral. Kandungan zat gizi ini tergantung kepada umur buah. Air kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter xylinum untuk produksi nata de coco. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;  &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;b&gt; Manfaat Pohon Kelapa &lt;/b&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada beberapa komoditi yang dapat diperoleh dari pohon kelapa, yaitu batang, daun, nira dan bagian-bagian.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt; Batang &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img src="http://www.e-smartschool.com/pnu/005/jembatanklp.gif" align="left" /&gt; Batang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt; Daun &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img src="http://www.e-smartschool.com/pnu/005/Ketupat1.gif" align="right" /&gt; Daun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan juga  atap rumah.  Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan tusuk daging (sate).  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Nira &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nira adalah cairan yang diperoleh dari tumbuhan yang mengandung gula pada konsentrasi 7,5 sampai 20,0 %. Nira kelapa diperoleh dengan memotong bunga betina yang belum matang, dari ujung bekas potongan akan menetes cairan nira yang mengandung gula. Nira dapat dipanaskan untuk menguapkan airnya sehingga konsentrasi gula meningkat dankental. Bila didinginkan, cairan ini akan mengeras yang disebut gula kelapa. Nira juga dapat dikemas sebagai minuman ringan.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt; Buah &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut kelapa yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga mahal untuk pelapis jok dan kursi, serta untuk pembuatan tali  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt; Tempurung kelapa &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt; Daging kelapa &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;img src="http://www.e-smartschool.com/pnu/005/EsKlpMuda.gif" align="left" /&gt; Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt; Air kelapa &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap dan sebagai media pada fermentasi nata de coco.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sumber : &lt;a href="http://www.iptek.net.id/"&gt;Ilmu Pengetahuan dan Teknologi&lt;/a&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-178281090692387427?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/178281090692387427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=178281090692387427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/178281090692387427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/178281090692387427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/05/nuansa-bisnis-bisnis-kelapa.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Kelapa'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-5623293599111299406</id><published>2008-05-01T18:13:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T15:31:51.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bebek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis bebek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Bebek</title><content type='html'>1.    SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    SENTRA PETERNAKAN&lt;br /&gt;Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yangmempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    J E N I S&lt;br /&gt;    Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:&lt;br /&gt;1)  Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:8lhjHrEoOG8ZAM:http://disnak.jawatengah.go.id/zenphoto/ternak/bebek_002.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 159px; height: 119px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:8lhjHrEoOG8ZAM:http://disnak.jawatengah.go.id/zenphoto/ternak/bebek_002.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;&lt;br /&gt;2)  Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;&lt;br /&gt;3)  Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.&lt;br /&gt;Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    MANFAAT&lt;br /&gt;1)    Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.&lt;br /&gt;2)  Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.&lt;br /&gt;3)  Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.&lt;br /&gt;4)  Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.&lt;br /&gt;5)  Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt;Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu (1).Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana dan (5). Pemasaran Hasil Ternak.&lt;br /&gt;6.1.      Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C.&lt;br /&gt;Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%&lt;br /&gt;Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang&lt;br /&gt;Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:&lt;br /&gt;a. kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD&lt;br /&gt;b.  kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok&lt;br /&gt;c. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).&lt;br /&gt;Kondisi kandang dan perlengkapannyaKondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2. PembibitanTernak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.&lt;br /&gt;1) Pemilihan bibit dan calon indukPemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.   membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya&lt;br /&gt;b. memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas&lt;br /&gt;c. membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)         Perawatan bibit dan calon induk&lt;br /&gt;a. Perawatan BibitBibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.&lt;br /&gt;b. Perawatan calon IndukCalon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Reproduksi dan PerkawinanReproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3.      Pemeliharaan&lt;br /&gt;Sanitasi dan Tindakan PreventifSanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.&lt;br /&gt;Pengontrol PenyakitDilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.&lt;br /&gt;Pemberian PakanPemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:&lt;br /&gt;a.   umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)&lt;br /&gt;b.   umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai&lt;br /&gt;c.   umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.&lt;br /&gt;d. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).&lt;br /&gt;Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :&lt;br /&gt;a.   umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.&lt;br /&gt;b.   umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)&lt;br /&gt;c. umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemeliharaan KandangKandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;    Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:&lt;br /&gt;1)  penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa&lt;br /&gt;2)  penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat&lt;br /&gt;Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:&lt;br /&gt;1. Penyakit Duck CholeraPenyebab: bakteri Pasteurela avicida.Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.&lt;br /&gt;2. Penyakit SalmonellosisPenyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret.Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    P A N E N&lt;br /&gt;8.1.           Hasil UtamaHasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik&lt;br /&gt;8.2. Hasil TambahanHasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    PASCA PANEN&lt;br /&gt;Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:&lt;br /&gt;a) Pengawetan dengan air hangatPengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.&lt;br /&gt;b) Pengawetan telur dengan daun jambu bijiPerendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.&lt;br /&gt;c) Pengawetan telur dengan minyak kelapaPengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.&lt;br /&gt;d) Pengawetan telur dengan natrium silikatBahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.&lt;br /&gt;e) Pengawetan telur dengan garam dapurGaram direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;br /&gt;10.1. Analisis Usaha BudidayaPerkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah sebagai berikut:1) Permodalan&lt;br /&gt;a. Modal kerja- Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000 - Biaya kelancaran usaha dan lain-lain Rp 108.000.000,-Rp 4.000.000,-&lt;br /&gt;b.  Modal Investasi- Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,-               Rp 18.000.000,-&lt;br /&gt;Jumlah kebutuhan modalPrasyaratan kredit yang dikehendaki:- Bunga (menurun) 20% /tahun- Masa tanggung angsuran 1 tahun- Lama kredit 3 tahun Rp 130.000.000,-&lt;br /&gt;2) Biaya-biaya&lt;br /&gt;a.  Biaya kelancaran usaha dan lain-lain                            Rp 4.000.000,-&lt;br /&gt;b. Biaya tetap- Biaya pengambalian kredit:- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I - Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II - Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III - Biaya penyusutan kandang:- biaya penyusutan kandang tahun I - biaya penyusutan kandang tahun II - biaya penyusutan kandang tahun III Rp 14.723.000,-Rp 86.125.000,-Rp 73.125.000,-Rp 3.600.000,-Rp 3.600.000,-Rp 3.600.000,-&lt;br /&gt;3) Biaya tidak tetap&lt;br /&gt;a. Biaya pembayaran ransum:- biaya ransum tahun I- biaya ransum tahun II- biaya ransum tahun III Rp 245.700.000,-Rp 453.600.000,-Rp 453.600.000,-&lt;br /&gt;b. Biaya pembayaran itik siap produksi:- pembayaran tahun I- pembayaran tahun II- pembayaran tahun III Rp 108.000.000,---&lt;br /&gt;c. Biaya pembayaran obat-obatan:- biaya pembayaran obat-obatan tahun I- biaya pembayaran obat-obatan tahun II- biaya pembayaran obat-obatan tahun III(Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum) Rp 2.457.000,-Rp 4.536.000,-Rp 4.436.000,-&lt;br /&gt;4) Pendapatan&lt;br /&gt;a.  Penjualan telur tahun I                                                Rp 384.749.920,-&lt;br /&gt;b.  Penjualan telur tahun II                                               Rp 615.600.000,-&lt;br /&gt;c.  Penjualan telur tahun III                                              Rp 615.600.000,-&lt;br /&gt;d.  Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,-               Rp 5.700.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.2. Gambaran Peluang AgribisnisTelur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1.   Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1998&lt;br /&gt;2.   Redaksi Trubus. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1999&lt;br /&gt;3.   Prawoto; Peternak ternak itik. Desa Sitemu Kec. Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.       KONTAK HUBUNGAN&lt;br /&gt;1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENASJl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829&lt;br /&gt;2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   Sumber :Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-5623293599111299406?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/5623293599111299406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=5623293599111299406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/5623293599111299406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/5623293599111299406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/05/nuansa-bisnis-bisnis-bebek.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Bebek'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-2757736353047687890</id><published>2008-05-01T17:50:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T15:32:41.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ayam arab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam arab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Arab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:5wS6s0M4KM03QM:http://disnak.jawatengah.go.id/zenphoto/ternak/ayam%2520arab_004.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 145px; height: 109px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:5wS6s0M4KM03QM:http://disnak.jawatengah.go.id/zenphoto/ternak/ayam%2520arab_004.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejumlah &lt;/b&gt;peternak unggas khususnya ayam di daerah ini tampaknya mulai melirik usaha di sektor pengadaan bibit. Mereka bukan semata-mata memproduksi telur, melainkan juga menyediakan bibit ternak. Usaha ini kelihatannya cukup beralasan untuk digeluti. Antara lain dalam upaya mengantisipasi pasar, karena dewasa ini permintaan tidak terbatas kepada telur melainkan juga terhadap bibit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelompok Peternak Sepakat di kawasan Kelurahan Telaga Biru, merupakan salah satu kelompok masyarakat yang melakukan usaha pembibitan ayam. Anggotanya tercatat 25 peternak. Mereka berbagi usaha yang harus dilakukan, ada yang khusus melakukan pembibitan ayam Arab. Juga ada yang khusus melakukan penyilangan antara ayam Arab jantan dengan ayam kampung betina.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Ketua Kelompok Peternak Sepakat Tugiyo, bibit ayam silang tersebut setelah dipelihara ternyata tidak kalah hebat dengan induknya. Kualitas telurnya pun demikian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyilangan atau populer dengan sebutan &lt;i&gt;Crossing&lt;/i&gt; juga dilakukan oleh peternak dengan mengawinkan pejantan ayam Arab dengan betina jenis lokal lainnya seperti kate dan &lt;i&gt;white leg horn&lt;/i&gt; (ayam ras). Namun kegiatan ini umumnya masih dalam bentuk ujicoba, tetapi yang sudah bisa dilihat hasilnya adalah penyilangan pejantan ayam Arab dengan betina kampung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi peternak pemula yang mau coba-coba beternak ayam Arab untuk dijadikan ayam petelur, disarankan memelihara sedikitnya l50 ekor piyek (anak ayam Arab umur satu bulan). Setelah berusia selama lima bulan, ayam mulai bertelur dan ini saat yang menggembirakan karena bisa memanen hasilinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang keuntungan bersih yang diperoleh selama empat bulan dari 150 ekor ayam itu, tergolong kecil yakni hanya sekitar Rp525.000. Angka itu belum termasuk hasil dari kotoran ayam yang bisa dijual dengan harga Rp3.500 per karung. Keuntungan pasti dari kotoran ayam memang sulit dihitung karena jarang bahkan mungkin tidak pernah dibukukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Untuk sangu anak-anak," ujar Kisrani Adie, salah seorang peternak di Komplek Air Mantan. Tugiyo menimpali, hasil penjualan pupuk kandang dari kotoran ayam itu untuk jajan cucunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain pemasukan dari pupuk kandang, peternak masih bisa mendapatkan keuntungan apabila pakan ternak sebagian dibuat sendiri. Maksudnya tidak 100 persen menggunakan pakan pabrik. Membuat pakan sendiri bisa menghemat hingga 50 persen dibandingkan menggunakan pupuk pabrik. Kalau ayam petelurnya tidak produktif lagi bisa dijual ke pasar sebagai ayam potong.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi kesimpulannya, beternak ayam Arab masih menjanjikan. Bagi anda yang ingin memelihara ayam Arab untuk sekadar menyalurkan hobi bisa membeli ayam Arab dara per ekornya berharga Rp30.000. Untuk ini ada dua keuntungan yang diperoleh, yaitu mendapatkan telurnya karena ayam betina akan bertelur pada usia lima bulan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapa tahu, berawal dari hobi lama-lama bisa menjadi peternak yang berhasil. Sebab menurut keterangan Tugiyo, sebagian besar anggota kelompoknya beternak ayam awalnya hanya sebagai hobi. Tetapi lama kelamaan justru menjadi mata pencaharian yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga. Bahkan lebih dari itu, untuk memenuhi gizi keluarga tidak perlu harus membeli. Cukup memotong satu atau dua ekor ayam Arab piaraan sendiri, rasa dagingnya tidak kalah dengan rasa daging ayam kampung biasa. &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Analisa Usaha Beternak Ayam Arab&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Beli &lt;/b&gt;piyek umur satu bulan dan usia lima mulai bertelur. Biaya yang harus dikeluarkan selama empat bulan dalam pemeliharaan sebesar Rp2.850.000 dan keuntungan bersih yang didapat Rp525.000.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" cellpadding="7" cellspacing="1" width="409"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;&lt;h3 align="center"&gt;Perhitungannya sebagai berikut:&lt;/h3&gt;     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Harga piyek l50 x Rp5.000 &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 750.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Pakan &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 1.800.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Obat-obatan &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 100.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Air minum (air PDAM) &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 120.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Listrik (penerangan/pemanasan) &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 80.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Jumlah &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 2.850.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Harga jual telur &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 3.375.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td valign="top" width="69%"&gt;Keuntungan bersih selama empat bulan &lt;/td&gt;     &lt;td valign="top" width="31%"&gt;&lt;p align="right"&gt;Rp 525.000&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber artikel : saroso sundoro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-2757736353047687890?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/2757736353047687890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=2757736353047687890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/2757736353047687890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/2757736353047687890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/05/nuansa-bisnis-bisnis-ayam-arab.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Arab'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-1166568955729220375</id><published>2008-04-09T13:27:00.006+07:00</published><updated>2008-05-08T15:34:16.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikan gurame'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air Tawar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gurami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gurame'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Ikan Gurame</title><content type='html'>&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;1. Sekilas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Gurame&lt;/span&gt; merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk              badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut              berwarnakekuningkuningan/ keperak-perakan. Ikan gurame merupakan keluarga              Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami              berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar              ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame              agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;gurami&lt;/span&gt;, Gurameh, orang Sumatra              ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang              Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya              yang besar sampai mencapai berat 5 kg.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;2.SENTRA PERIKANAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;Daerah di Indonesia yang menjadi sentra              perikanan yaitu: Sumatera, NTB dan Jawa. Sedangkan di luar negeri              yaitu: Thailand, Jepang dan Filipina.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;3.JENIS&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;Klasifikasi &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;ikan gurame&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;adalah sebagai              berikut:&lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="95%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi" width="20%"&gt;Klas&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi" width="80%"&gt;: Pisces&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;Sub Kelas&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;: Teleostei&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;Ordo&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;: Labyrinthici&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;Sub Ordo&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;: Anabantoidae&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;Famili &lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;: Anabantidae&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;Genus &lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;: Osphronemus&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;Species &lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;: Osphronemus goramy (Lacepede)&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurami angsa,              gurami jepun, blausafir, paris, bastar dan porselen. Empat terakhir              banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurame              jenis lain, porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk              bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir              telur, porselen mampu 10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya              sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;4.MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt; Sebagai sumber penyediaan protein hewani.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;5.PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt;Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah                      jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung                      humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar                      dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam                    berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara                    gravitasi.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Ikan gurame&lt;/span&gt; dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan                    berada pada ketinggian 50-400 m dpl.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;4.&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus                    bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh                    dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah                    pabrik.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;5.&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya                    yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan                    fisik ikan gurame. Untuk pemeliharaan secara tradisional pada                    kolam khusus, debit air yang diperkenankan adalah 3 liter/detik,                    sedangkan untuk pemeliharaan secara polikultur, debit air yang                    ideal adalah antara 6-12 liter/detik.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;6.&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td class="isi"&gt;7.&lt;/td&gt;                 &lt;td class="isi"&gt;Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat                    C.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;5.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kolam&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                      Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya                              ikan gurame antara lain:&lt;br /&gt;                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam penyimpanan induk&lt;br /&gt;                            Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam                                    mempersiapkan kematangan telur dan memelihara                                    kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang                                    luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam                                    minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor                                    betina dan 10 ekor jantan.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam pemijahan&lt;br /&gt;                            Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300                                    meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor                                    memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari                                    sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan&lt;br /&gt;                            adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat                                    C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya                                    berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa                                    injuk atau ranting-ranting.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam pemeliharaan benih/kolam                                    pendederan&lt;br /&gt;                            Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi.                                    Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan                                    sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan                                    di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4                                    minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam pembesaran&lt;br /&gt;                            Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk                                    memelihara dan membesarkan benih selepas dari                                    kolam pendederan. Adakalanya dalam pemeliharaan                                    ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5                                    cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih                                    dari 10 ekor/meter persegi.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam/tempat pemberokan&lt;br /&gt;                            Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                             Adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2).&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Buatlah pematangnya dengan ukuran;                                    bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawahnya                                    1 m dan tingginya 1 m.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Pasanglah pipa/bambu besar untuk                                    pemasukan dan pengeluaran air. Aturlah tinggi                                    rendahnya, agar mudah memasukkan dan mengeluarkan                                    air.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Cangkullah tanah dasar kolam induk                                    agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan                                    jadi lembut setelah diairi, sehingga lobang-lobang                                    tanah akan tertutup, dan air tidak keluar akibat                                    bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat                                    miring ke arah pintu keluar air.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Buatlah saluran ditengah-tengah                                    kolam induk, memanjang dari pintu masuk air                                    ke pintu keluar. Lebar saluran itu 0,5 m dan                                    dalamnya 15 cm.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;f)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Keringkanlah kolam induk dengan                                    2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata,                                    kemudian air dimasukkan. Biarkan selama 1 minggu,                                    agar pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk                                    lumut, serta menguji agar kolam tidask bocor.                                    Tinggi air 0,75-1 m.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                      &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                      Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan                              ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco),                              hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara                              induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai                              ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg),                              cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc)                              untuk mengukur kadar kekeruhan.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                      Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap                              ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang                              halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan                              penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba                              kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut                              ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan                              telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote                              (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang                              untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu,                              oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk                              menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk                              menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap                              ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan                              yang berumur satu minggu keatas),&lt;br /&gt;                      seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar),                              jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk                              ikan atau ikan konsumsi).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemilihan Induk&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                      Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai                              berikut:&lt;br /&gt;                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Memiliki sifat pertumbuhan yang                                    cepat.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Bentuk badan normal (perbandingan                                    panjang dan berat badan ideal).&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Ukuran kepala relatif kecil&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt; Susunan sisik teratur,licin,                                    warna cerah dan mengkilap serta tidak luka.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Gerakan normal dan lincah.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;f)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Bentuk bibir indah sepertipisang,                                    bermulut kecil dan tidak berjanggut.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;g)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Berumur antara 2-5 tahun.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                      &lt;br /&gt;                      Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan                              induk betina adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Betina&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dahi meninjol.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dasar sirip dada terang                                          gelap kehitaman.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dagu putih kecoklatan.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika diletakkan pada tempat                                          datar ekor hanya bergerak-gerak.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika perut distriping tidak                                          mengeluarkan cairan. &lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Jantan&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dahi menonjol.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dasar sirip dada terang                                          keputihan.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Dagu kuning.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika diletakkan pada tempat                                          datar ekor akan naik.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr valign="top"&gt;                                        &lt;td class="isi"&gt;-&lt;/td&gt;                                       &lt;td class="isi"&gt;Jika perut distriping mengeluarkan                                          cairan sperma berwarna putih.&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                      &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Induk&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                      Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas                              10 m2) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Beri                              makanan selama dalam penampungan. Untuk setiap induk                              dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan                              sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan                              tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas                              diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak                              tanah setiap kali pemberian.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pembenihan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                      Bila proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma)                              di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk                              segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Adapun cara                              pemijjahan ikan gurame adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Kolam dikeringkan terlebih dahulu                                    selama 5 hari, perbaiki tanggul dan dasar kolam.                                  &lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Lakukan pengapuran dan pemupukan.                                    Pemupukan dasar dengan pupuk kandang dosis 7,5                                    kg/100 meter persegi dan biarkan selama 3 hari.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt; Tanami dasar kolam dengan tanaman                                    ganggang buntut anjng&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;d)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Isikan air yang telah dicampur                                    dengan pupuk buatan TSP sebantak 500 gram/100                                    meter persegi, biarkan selama 1 minggu kemudian                                    isikan air hingga kedalaman 75 cm.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;e)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Untuk kolam seluas 100 meter persegi                                    bisa disebar induk sebanyak 30 ekor betina dan                                    10 ekor jantan. Setelah pemijahan berlangsung,                                    1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya                                    ke dalam sarang yang kemudian disemproti sperma                                    oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel                                    telur. 20-30 hari kemudian, induk-induk yang                                    terpelihara baik akan berpijah lagi dan beberapa                                    hari kemudian telur akan menetas.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                      &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                      Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas                              dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau disawah                              sebagai penyelang. Dalam pelaksanaan pendederan adalah                              melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan,                              perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan                              pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air.&lt;br /&gt;                      Setelah persiapan selesai, benih ditebarkan dengan                              kepadatan 30 ekor/meter persegi dengan ukuran benih                              5-10 cm pada kolam pendederan. Makanan yang dapat                              diberikan selama pemeliharaan adalah rayap atau daun-daunan                              yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan                              ratarata. Makanan tambahan berupa dedak halus yang                              diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan                              takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih.                              Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Pembesaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan                              secara polikultur maupun monokultur.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="93%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Polikultur&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;                                Ikan gurame&lt;/span&gt; dipeliharan bersama ikan tawes,                                    ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini                                    lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan                                    gurame yang cukup lambat.&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                                 &lt;td class="isi"&gt;Monokultur&lt;br /&gt;                            Pada pemeliharaan gurame tersendiri, bibit yang                                    disebar minimal harus berumur 2 bulan. Penebaran                                    bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diperlukan                                    luas kolam sekitar 1500 meter persegi&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                      &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemupukan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                      Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk                              kandang. Pada umumnya pemupukan hanya dilakukan 1                              kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk                              meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan.&lt;br /&gt;                      Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam                              dikeringkan. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah                              pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam,                              air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai                              ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari.&lt;br /&gt;                      Pada tahap berikutnya pemupukan dilakukan dengan menggunakan                              pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak                              500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemberian kedua                              pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan                              sudut kolam.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemberian Pakan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                      Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat                              diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh                              pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat                              baik untuk dijadikan makanan ikan, diantaranya: daun                              pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung,                              ubi jalar, ketimun, labu dan dadap.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                      &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Pemberian makanan yang teratur dengan                              kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan                              pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurame                              yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan                              dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                      &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Kolam/Tambak&lt;br /&gt;                      &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Setiap habis panen, kolam dibersihkan/kuras.                              setelah itu dilakukan pemupukan agar mempengaruhi                              kesuburan kolam, sehingga bila benih disebarkan, kesuburan                              ikan akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat.                            &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Gangguan yang dapat menyebabkan matinya ikan adalah penyakit                    yang disebut penyakit non parasiter dan penyakit yang disebabkan                    parasit. Gangguan-gangguan non parasiter bisa berupa pencemaran                    air seperti adanya gas-gas beracun berupa asam belerang atau                    amoniak; kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena                    keturunan. Penanggulangannya adalah dengan mendeteksi keadaan                    kolam dan perilaku ikan-ikan tersebut.&lt;br /&gt;            Memang diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk                    mengetahuinya. ikan-ikan yang sakit biasanya menjadi kurus dan                    lamban gerakannya.&lt;br /&gt;            Gangguan lain yang berupa penyakit parasiter, yang diakibatkan                    oleh bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya.                    Bila ikan terkena penyakit yang disebabkan parasit, dapat dikenali                    sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1) &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi" width="97%"&gt; &lt;p&gt;Penyakit pada kulit; pada                            bagian-bagian tertentu berwarna merah terutama di bagian                            dada, perut dan pangkal sirip.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Penyakit pada insang; tutup insang mengembang.                          Lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat                          merah dan kelabu&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Penyakit pada organ dalam; perut ikan membengkak,                          sisik berdiri.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   Pencegahan timbulnya penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat                    ikan dan melakukan penjemuran kolam beberapa hari agar parasit                    pada segala stadium mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan                    dapat disiangi dengan pinset.&lt;br /&gt;            Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya,                    dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya:&lt;br /&gt;             &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1) &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Pengobatan dengan Kalium Permanganat                          (PK)&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Sediakan air sumur atau                                sumber air lainnya yang bersih dalam bak penampungan                                sesuai dengan berat ikan yang akan diobati.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Buat larutan PK sebanyak 2 gram/10                                liter atau 1,5 sdt/100 l air.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;c.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Rendam ikan yang akan diobati dalam                                larutan tersebut selama 30-60 menit dengan diawasi                                terus menerus.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;d.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Bila belum sembuh betul, pengobatan                                ulang dapat dilakukan 3 atau 4 hari kemudian.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Pengobatan dengan Neguvon. Ikan direndam                          pada larutan neguvon dengan 2-3,5% selama 3 mernit. Untuk                          pembe-rantasan parasit di kolam, bahan tersebut dilarutkan                          dalam air hingga konsentrasi 0,1% Neguvon lalu disiramkan                          ke dalam kolam yang telah dikeringkan. Biarkan selama                          2 hari.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Pengobatan dengan garam dapur. Hal ini dilakukan                          di pedesaan yang sulit mendapatkan bahan-bahan kimia.                          Caranya: (1) siapkan wadah yang diisi air bersih. setiap                          100 cc air bersih dicampurkan 1-2 gram (NaCl), diaduk                          sampai rata; (2) ikan yang sakit direndam dalam larutan                          tersebut. Tetapi karena obat ini berbahaya, lamanya perendaman                          cukup 5-10 menit saja. (3) Setelah itu segera ikan dipindahkan                          ke wadah yang berisi air bersih untuk selanjutnya dipindahkan                          kembali ke dalam kolam; (4) pengobatan ulang dapat dilakukan                          3-4 hari kemudian dengan cara yang sama. &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;7.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Hama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Bagi benih &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;gurame&lt;/span&gt; musuh yang paling utama adalah gangguan dari                    ikan liar/pemangsa dan beberapa jenis ikan peliharaan seperti                    tawes, gurame dan sepat. Musuh lainnya adalah biawak, katak,                    ular dan bermacam-macam burung pemangsa.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Pemanenan benih dapat dilakukan setelah benih berumur 1 bulan.                    Caranya dengan menyurutkan air sedikit demi sedikit sementara                    saluran air masuk diperkecil. Pasanglah jaring lembut di pintu                    pengeluaran untuk menampung benih atau bisa juga dengan membuat                    parit di tengah kolam menuju ke lubang pengeluaran. Bibit yang                    terawat baik bisa mencapai bobot 0,3 gram/ekor pada saat dipanen.&lt;br /&gt;            Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tersantung dari                    ukuran yang diminta konsumen. Umumnya pemanenan dilakukan setelah                    ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai                    panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk                    ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat                    badan 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat                    mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor.&lt;br /&gt;            Adapun cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit,                    penangkapan dilakukan pada pagi hari. Hindari cara penangkapan                    yang dapat menyebabkan ikan terluka.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pembersihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Setelah air kolam surut, benih digiring masuk ke petak kecil.                    Kemudian diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen. Biasanya                    waktu panen tidak hanya gurame saja yang tertangkap, sehingga                    sebelum ikan dimasukkan ke kolam pemberokan, harus diseleksi                    dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan benih dilakukan                    selama 1 hari. tujuannya agar ikan tidak mabuk sewaktu diangkut                    ke pasar. Lamanya pembersihan disesuaikan dengan besarnya benih.                  &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                  &lt;td&gt;&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penanganan ikan hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya                          bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan                          agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup,                          segar dan sehat antara lain:&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Dalam pengangkutan gunakan                                air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Waktu pengangkutan hendaknya pada                                pagi hari atau sore hari.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;c.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan                                tidak terlalu padat.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Penanganan ikan segar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya.                          Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran                          antara lain:&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Penangkapan harus dilakukan                                hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Sebelum dikemas, ikan harus dicuci                                agar bersih dan lendir.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;c.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Wadah pengangkut harus bersih dan                                tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam                                perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi                                dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak                                jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas                                kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum                                50 cm.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es                          dengan suhu 6-7 derajat C.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan                          perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi                          es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan                          es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan                          seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es,                          demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;            &lt;br /&gt;            Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan pascapanen                    benih adalah sebagai berikut:                    &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu                          bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah                          itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik                          (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat,                          bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai                          contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama                          beberapa hari.&lt;br /&gt;                  Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih                          dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat                          dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran                          tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas                          sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah                          benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran                          benihnya.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan                          benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi" width="97%"&gt;Sistem terbuka&lt;br /&gt;                        Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat                                atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut                                berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih                                15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000                                ekor benih ukuran 3-5 cm.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;b.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Sistem tertutup&lt;br /&gt;                        Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang                                memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan                                kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri                                dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O                                sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang                                diangkut dengan kantong plastik: (1) masukkan air                                bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;                                (3) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik                                ke permukaan air; (3) alirkan oksigen dari tabung                                dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume                                keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2); (4) kantong                                plastik lalu diikat. (5) kantong plastik dimasukkan                                ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan.                                Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m,                                dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;br /&gt;      Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat              tujuan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom                    (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari                    kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air                    dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin                    selama 1-2 menit. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan                    benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan                    dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain                    tetrsikli dapat&lt;br /&gt;            juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau                    formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;5.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.                  &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Perkiraan analisis &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;bisnis&lt;/span&gt; untuk budidaya ikan gurame untuk 6 empang selama                    1 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai                    berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; 1) Biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;             &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Sewa lahan 6 empang @ Rp. 80.000,-/bulan &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 480.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Benih per empang 4000 ekor @Rp 150,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 3.600.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pakan&lt;br /&gt;                  - Postal per empang 7 karung @ Rp 10.000,-&lt;br /&gt;                  - Rambo per empang 5 karung @ Rp 2.500,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                  Rp. 420.000,-&lt;br /&gt;                  Rp. 75.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Obat&lt;br /&gt;                  - Super tetra per empang 2 tablet @ Rp 1.000,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                  Rp 12.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Tenaga kerja 2 OH @ Rp 20.000,- &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 40.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;6)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Lain-lain (pemeliharaan) &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 460.700,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Rp. 5.089.700,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="72%"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penerimaan per empang 4000 ekor                          @ Rp. 400,-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="25%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;9.600.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Rp.&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; 4.510.300,-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Parameter kelayakan usaha&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                  B/C Rasio &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                  = 1,89 &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Budidaya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;ikan gurame&lt;/span&gt;, mempunyai prospek &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;bisnis&lt;/span&gt; dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi.                    disamping rasanya yang lezat dan empuk, ikan ini pun digemari                    banyak orang. Sudah menjadi tradisi dalam setiap kendurian,                    ikan gurame selalu menjadi syarat utama hidangan. Disamping                    rasanya itu, perawatannya pun tidak terlalu sulit dan tidak                    memakan banyak biaya, sehingga banyak petani ikan yang mulai                    menggemari, membudidayakan ikan ini, karena harga dari setiap                    bibitnya yang murah dapat menghasilkan keuntungan 3 kali lipat                    dari harga bibit. Harga dari ikan gurame di pasaran sangat bervariasi                    tergantung dari bobot ikan tersebut.&lt;br /&gt;            Ikan gurame dengan berat 1,5 kg dapat mencapai harga Rp 6.000-Rp                    8.000 tergantung keadaan pada saat itu.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;RUSDI, Taufiq. Usaha budidaya Ikan Gurame. Jakarta                    : CV. simplek, 1987&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;SITANGGANG, M. Budidaya Gurame. Jakarta : Penerbit Swadaya,                    1999&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;____________. Kumpulan Gurame Kliping Ikan. Jakarta : trubus,                    1997&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUGAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan –              BAPPENAS; Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax.              021 390 9829&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;S&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;umber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat          Pedesaan, Bappenas&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-1166568955729220375?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/1166568955729220375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=1166568955729220375' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1166568955729220375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1166568955729220375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-gurami.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Ikan Gurame'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-3196141289740251884</id><published>2008-04-08T19:00:00.004+07:00</published><updated>2008-05-08T15:35:02.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepiting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis kepiting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air Payau'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Kepiting</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Kepiting    merupakan salah satu komoditi perikanan yang perlu mendapat perhatian, karena    disamping harganya yang cukup mahal di pasaran lokal, juga memberi peluang untuk    pasaran ekspor. Di pasaran dalam negeri pun kepiting masih terbatas pada pasar    swalayan di kota-kota besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Produk    kepiting saat ini masih mengandalkan hasil tangkapan para pemancing, kemudian    ditampung oleh para pedagang dan seterusnya oleh pedagang tersebut dipasarkan    ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img style="width: 186px; height: 137px;" src="http://www.dkp.go.id/images/IMG_782.jpg" align="left" hspace="5" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;pasar-pasar swalayan atau ke konsumen langsung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Namun    ada kendala yang dihadapi oleh pedagang kepiting bahwasanya ada persyaratan    yang harus dipenuhi agar kepiting laku dipasaran dengan harga yang tinggi. Persyaratan    agar kepiting laku baik adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Kepiting        yang sudah matang telur (Kriteria ini merupakan kepiting yang mempunyai        harga cukup tinggi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Kepiting        gemuk (kriteria ini harganya lebih rendah dibandingkan dengan yang matang        telur).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Sejalan    dengan hal tersebut diatas, perlulah kiranya diadakan usaha agar kepiting yang    dipasarkan mempunyai kriteria yang diinginkan para konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Salah    satu usaha yang paling tepat saat ini adalah usaha budidaya penggemukan kepiting.    Masa yang diperlukan untuk budidaya ini cukup 1- 3 minggu sudah bisa dipanen    dengan cara selektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;METODE    BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Metode    budidaya kepiting ada beberapa cara diantaranya adalah : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Dengan      sistem hamparan tambak (Gambar 1), ukuran antara 5000 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Pada      penebaran 5 ekor/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, namun untuk mencari bibit yang jumlahnya sampai      ribuan sekaligus tidak mungkin. Umumnya penebaran bibit dilakukan secara bertahap      dan cara memanennyapun secara selektif pula.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Dengan sistem karamba bamboo (Gambar 2). Ukuran panjang 2,5      m, lebar 2 m dan tinggi 1,75 m. Padat penebaran 25 - 30 ekor/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;.      Karamba ini dipasang pada saluran sungai yang tidak terlalu deras, misalnya      di muara. Pemasangan dilakukan sehingga 1/4 bagian tidak terendam air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;TEKNIK    BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1.    Pemilihan Lokasi &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pada usaha budidaya perikanan yang lain, pada usaha budidaya    kepiting ini juga memerlukan persyaratan lokasi yang harus dipenuhi. Hal ini    agar dapat mencapai keberhasilan yang diimpikan. Persyaratan lokasi budidaya    kepiting antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;    &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Aliran        sungai yang tidak deras&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Banyak        ditumbuhi pohon bakau atau api-api&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Kedalaman        tidak lebih dari 75 cm&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Sumber        air tersedia sepanjang tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Kadar        garam antara 15 - 30 ‰&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Suhu        bervariasi antara 24 - 32&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; pH        antara 7,0 - 8,5&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt; Air        tidak tercemar limbah racun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2.    Cara Memperoleh Bibit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan suatu budidaya perikanan disamping ditunjang teknik budidaya yang    handal, tersedianya bibit juga sangat menentukan. Untuk usaha budidaya penggemukan    kepiting ada cara untuk memperoleh bibit yaitu : Para pemancing menjual kepada    pedagang pengumpul, yang kemudian oleh pedagang pengumpul diseleksi sesuai dengan    ukuran yang sudah ditentukan, untuk ukuran konsumsi langsung dijual kepada petani    pembudidaya. Biasanya ukuran bibit kepiting bervariasi antara 100 - 200 gr.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;"&gt;3.    Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Kepiting termasuk hewan Carnivora (pemakan daging). Bahan pakan untuk kepiting    mudah didapat. Pakan kepiting berupa ikan rucah, siput, wideng. Pemberian pakan    dilakukan 2 - 3 kali sehari, yaitu : pagi, sore dan malam hari. Adapun dosis    pemberian pakan antara 5 - 15% dari perkiraan berat badan kepiting yang dipelihara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.    Pemanenan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masa pemeliharaan penggemukan kepiting relatif singkat atau juga tergantung    dari awal penebaran bibit. Untuk bibit ukuran 100 gram dalam masa pemeliharaan    1,5 - 2 bulan sudah bisa mencapai ukuran konsumsi (3 - 4 ekor/kg). Namun apabila    awal sudah mempunyai berat lebih dari 200 gram, maka masa pemeliharaan bisa    lebih singkat. Petani memanen kepiting dilakukan secara selektif yaitu dengan    cara memancing dan memisahkannya antara kepiting yang gemuk dan matang telur.    Kepiting yang sedang matang telur mempunyai harga yang lebih tinggi dibandingkan    dengan yang lain. Kemudian kepiting diikat kakinya dengan tali raffia atau karet    kemudian dimasukkan ke dalam keranjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;5.    Pemasaran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran kepiting konsumsi belum ada permasalahan, bahkan permintaan pasar    belum terpenuhi karena produksi kepiting sampai saat ini masih mengandalkan    hasil tangkapan. Pemasaran kepiting bisa dilakukan di pasar, toko swalayan,    pedagang pengumpul (depot) atau pengusaha rumah makan yang&lt;br /&gt;menyediakan sea food. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic,Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber    : Warta Jaladri No. 02/12/03, Buletin Balai Diklat Perikanan Tegal.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-3196141289740251884?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/3196141289740251884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=3196141289740251884' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3196141289740251884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3196141289740251884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-kepiting.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Kepiting'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-1594047510457248940</id><published>2008-04-07T12:40:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T15:35:48.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis laundry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laundry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Laundry</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namanya juga bisnis, ya tentu bisa aja segala macam           usaha di geluti, yang penting bisa ngga kita melakukannya, senang nggak           dengan pekerjaannya dan yang paling penting bisa menghasilkan uang           ngga dari bisnis tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nggak usah muluk-muluk deh, kita bisa mulai dari yang           resikonya kecil, dan juga modalnya cuman jutaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bisnis laundry begitu juga, dari yang namanya tukang           cuci pakaian tetangga sampai tukang cuci sekelas "5 a'sec"            yang           cabangnya dimana-mana, itu adalah suatu bisnis yang mungkin bisa           diambil contoh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dibawah ini ada tulisan, yang ditulis oleh Bambang           Mulatho dan Endang Priyono, berisikan mengenai bisnis laundry yang           mungkin bisa jadi ide buat rekan-rekan kalau tertarik untuk digeluti           sebelum punya pilihan usaha yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bisnis laundry ternyata cukup tahan menghadapi           krismon. Lihat saja PT. Kreamindo (5 a'sec), Big Mas, Martinizing yang           hingga kini tetap berkibar. Begitu pula halnya nasib sejumlah binatu           tradisional. Mereka justru makin eksis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentunya ada kiat-kiat tertentu hingga mereka sukses           membangun usaha tersebut. Menurut pemilik Abarukmo Laundry, Ririn, 30           tahun, sebelum membuka usaha ia pernah bekerja disebuah perushaan           laundry. Disitu ia belajar seluk beluk bisnis binatu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Belakangan ia bersama suaminya yaitu Sugondo, Ririn           membuka usaha sendiri. Modal awalnya cuma Rp. 3 Juta. Itu sudah           termasuk sewa tempat di Jlan Porselin I Rawangun dan pembelian mesin           pengering manual yang harus dikontrol setiap waktu. Bandingkan dengan           perusahaan lain yang menggunakan boiller.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama 11 tahun membangun usaha, omzet kotor           perbulan sekitar 25 juta rupiah. Bahkan disaat krismon lagi           hangat-hangatnya, pendapatan masih diatas Rp. 20 juta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat ini Ambarukmo Laundry yang sudah membuka 50           agen memiliki sejumlah pelanggan tetap. Selain perorangan, ada juga           yang berasal dari hotel dan pusat-pusat olah raga. Misalnya Hotel           Cempaka, Padang Golf Halim, Senayan Golg. Mereka ada yang langsung           datang ketempatnya tanpa agen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa Kunci Sukses&lt;br /&gt;Bisnis Laundry :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pilihlah Lokasi yang bagus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memiliki mesin cuci, mesin pengering dan mesin               penggosok.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pastikan kita punya resep untuk penghilang noda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang pengalamannya masih nol, disarankan menimba               pengalaman dengan menjadi agen. Kemudian tingkatkan pengetahuan               mengenai cara menggosok dan cara mencuci yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk pertama kali disarankan mencari rekanan               minimal 3 agen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebisa mungkin kendalikan sendiri usaha laundry               dan memantau langsung mampu atau tidaknya agen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengerjakan dengan tepat waktu pesanan langganan               dan jangan sampai mengecewakannya. Kalau ada komplain cucian               kurang bersih dan minta diulang, harus dilayani tanpa ongkos               tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlakukan karyawan dan agen sebagai mitra kerja.               Tanpa mereka berarti tidak ada uang masuk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Harus bisa megatur keuangan dengan               sungguh-sungguh. Mana yang harus didahulukan harus jelas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agar usaha tetap berkembang, pembagian prosentase               dengan agen harus wajar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buatlah perjanjian dan tepati, misalnya tentang               baju rusak atau baju hilang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memanfaatkan management yang baik dan disiplin.               Misalnya biasa 3 hari selesai, usahakan lebih singkat. Kalau bisa               pagi diterima siang sudah jadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buatlah pembukuan yang rapi. Harus dipisahkan               antara pengantaran, pengambilan, buku agen dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buatlah rekapitulasi dari setiap agen pada setiap               akhir bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;           &lt;span style="font-size:85%;"&gt;           &lt;p&gt;Mudah-mudahan dengan informasi yang sedikit tersebut dan beberapa           kiat untuk menjadi Pengusaha Bisnis Laundry yang suskes dapat menjadi           inspirasi teman-teman. &lt;/p&gt;           &lt;p&gt;Selamat menjadi tukang cuci, minimal tukang cuci sementara dirumah,           gantiin istri untuk yang  belum dapat kerjaan.&lt;/p&gt;           &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-1594047510457248940?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/1594047510457248940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=1594047510457248940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1594047510457248940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1594047510457248940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-laundry.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Laundry'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-6932120596090068502</id><published>2008-04-07T12:35:00.004+07:00</published><updated>2008-05-08T15:36:30.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis lebah madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebah madu'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Lebah Madu</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Sudah lama madu       dimanfaatkan sebagai ramuan minuman/makanan kesehatan. Tapi, sedikit       sekali yang membudidayakannya. Inilah cerita dari PAP Cibubur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Manisnya madu, siapa yang       tak tahu. Namun manisnya bisnis madu belum semua orang mahfum. Salah satu       yang telah menikmati rezeki dari beternak madu adalah Pusat Apiari Pramuka       (PAP) Cibubur, Jakarta Timur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Padahal untuk beterbak       lebah tidak berbelit. Masalah yang dihadapi juga tidak sulit. Penyakit       lebah tidak ada yang mematikan. "Paling hanya kutu", kata       Nurrochman, Kepala Bagian umum dan Personalia PAP. Hama lain adalah       predator, yaitu burung dan lebah besar. Itupun terjadi kalau lebah terbang       terlalu tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;b&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Peralatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/b&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Memahami koloni (keluarga)       lebah adalah penting, yang harus diketahui sebelum beternak lebah. Sebuah       koloni terdiri dari satu ekor lebah ratu, berpuluh-puluh sampai       beratus-ratus lebah jantan dan beribu-ribu lebah pekerja. "Ibarat       sebuah kerajaan, dalam satu koloni hanya terdapat satu ekor ratu, kalau       lebih akan berkelahi," ujar Wawan Darmawan , sejawat Nurrochman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Masing-masing mempunyai       tugas sendiri. Lebah ratu yang bisa hidup sampai lima tahun bertugas       bertelur. Sedangkan lebah jantan yang hidup hanya dalam hitungan bulan       bertugas mengawini lebah ratu. Setelah kawin ia langsung mati apes benar       nasibnya. Nah yang bertugas menghasilkan madu disebut lebah pekerja.       Ketiganya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dari merekalah       madu tercipta dan koloni berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Satu koloni akan menepati       sebuah kotak atau istilah kerennya stup. Standar internasional ukuran       kotak adalah 20 x 20 x 40 cm&lt;sup&gt;3 &lt;/sup&gt;, kotak dengan ukuran tersebut       mempunyai daya tampung lebah sebanyak dua puluh ribu lebah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Dalam stup terdapat 6-9       frame/bingkai sarang sebagai rumah lebah. Satu frame disiapkan sebagai &lt;i&gt;fider       &lt;/i&gt;atau tempat menaruh makanan disaat paceklik. Alat lain yang diperlukan       adalah &lt;i&gt;extractor &lt;/i&gt;yaitu alat untuk memanen madu. Dengan cara memutar,       madu akan keluar tanpa merusak sarang lebah. Untuk mengambil &lt;i&gt;bee polen&lt;/i&gt;       (tepung sari) gunakan alat &lt;i&gt;pollent trap&lt;/i&gt;. Sedangkan untuk membuat &lt;i&gt;royal       jelly&lt;/i&gt; pakailah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;grafing.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;      &lt;/i&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Selain yang disebutkan       diatas, diperlukan juga peralatan tambahan seperti pengasap (smoker),       masker,hifi tool (pengungkit), pisau madu,kurungan ratu,penyeka ratu,       sikat lebah, mangkokak royal jelly dan sarung tangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;b&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Ikuti Musim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/b&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Saat ini ada dua species       yang dikembangkan oleh PAP yaitu lebah unggul (&lt;i&gt;Apis&lt;/i&gt; &lt;i&gt;mellifera&lt;/i&gt;)       dan lebah lokal (&lt;i&gt;Apis Cerana)&lt;/i&gt;, dalam berternak lebah dua hal yang       diadapat sekaligus. Pertama, untuk pengembangan dengan cara mengambil       tepung sari &lt;i&gt;(bee pollen&lt;/i&gt;), &lt;i&gt;royal jelly&lt;/i&gt; dan pengembangan       koloni. Kedua, diambil madunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Lebah tidak produktif       setiap bulannya. Masa produktif adalah bulan Juni sampai Nopember,       selebihnya masa paceklik. Dalam masa produktif , praktis tidak diperlukan       biaya apapun, kecuali lebah terserang hama kutu. Hanya jika paceklik tiba,       setiap minggu harus mengeluarkan 1 kg gula pasir untuk setiap stup. Gula       tersebut dibuat sirup dengan perbandingan 1 : 1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Waktu panen yang diperlukan       sebauh koloni dalam stuf relatif singkat, yaitu 15 hari. Artinya dalam       satu bulan bisa dipanen dua kali. Setiap panen bisa mendapat 3 kg madu, 3       gr &lt;i&gt;royal jelly&lt;/i&gt; dan 100 gr &lt;i&gt;bee pollen&lt;/i&gt;. Seperti telah       disebutkan diatas untuk memanen madu tinggal memutar &lt;i&gt;exstactor&lt;/i&gt;.       Setelah itu lakukan penyaringan untuk memisahkan madu dengan kotoran.       Selanjutnya madu dimasukkan ke dalam botol/kemasan. PAP menggunakan botol       ukuran 100 cc, 300 cc dan 600 cc.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;b&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/b&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Agar mendapatkan hasil yang       maksimal, mengkonsumsi madu sebaiknya tiga kali sehari. Bagi orang dewasa       setiap pagi mengkonsumsi 40 gr madu. Siang dan sore cukup 30 gr saja.       Sedangkan untuk anak-anak pagi 30 gr , siang dan sore 20 gr saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Rata-rata pihaknya menjual       madu ukuran 30 cc dengan harga Rp 10.000 perbotol, ukuran 60 cc, Rp 20.000       perbotolnya. Harga tersebut tidak berlaku bagi madu klengkeng yang harga       perbotolnya Rp 18.000 (300 cc) dan Rp 35.000 (600cc).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Dari berbagai jenis madu       yang paling laku dipasaran adalah madu kapuk. Soalnya madu ini bisa       dikonsumsi semua orang dari balita sampai kakek-nenek. Sedangkan madu yang       paling mahal adalah madu klengkeng karena hasil panennya relatif lebih       kecil dibanding jenis lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Guna memenuhi permintaan       konsumen yang sudah tersebar dipelosok negeri, PAP membuka perwakilannya       di Jalan Raya Kutosari, Gringsing Kabupaten Batang Jawa Tengah.       YHD(Kiriman Joko Harismojo, Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Disalin kembali oleh       Purnomo Bayu Aji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="1" width="100%"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="100%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;ANALISA KEUNTUNGAN             USAHA BUDI DAYA LEBAH PERSTUP/ KOTAK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;             &lt;ol type="A"&gt;&lt;b&gt;               &lt;/b&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Biaya lancar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Bibit satu koloni lebah unggul (apis               mellfera) Rp 175.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Biaya simulasi/makan masa paceklik               1 kg/minggu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;(4kg x 6 bulan) x Rp 4000 = Rp               96.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Biaya obat-obatan &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Rp               10.000&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;u&gt;              &lt;/u&gt;&lt;b&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Total biaya lancar Rp 281.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;/b&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pendapatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Penjualan madu berbagai jenis               dengan asumsi harga terendah madu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Curah per kg Rp 20.000 (6kg x 6               bulan x Rp 20.000) Rp 720.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Penjualan tepung sari/bee polen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;(200gr x 6 bulan) x Rp150.000/kg Rp               180.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Penjualan Royal jelly dengan harga               Rp 1200/kg&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;(6gr x 6 bulan) x Rp 1200 &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Rp               43.000&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Total pendapatan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Rp               943.200&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Keuntungan (B – A)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;/ol&gt; &lt;b&gt;            &lt;/b&gt;             &lt;blockquote&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Rp 943.200 – Rp 281.000 &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Rp               662.200&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;b&gt;              &lt;/b&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Hitungan diatas belum termasuk                 investasi stup/koak dan alat-alat lainnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Belum termasuk biaya migrasi/pemindahan                 kotak ke daerah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;br /&gt;                        &lt;b&gt;Kunci sukses Budi daya lebah             &lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;b&gt;            &lt;/b&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pilih bibit lebah unggul&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pilih lokasi yang dekat dengan pohon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pindah stup/kotak mengikuti musim               bunga&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Tempatkan kotak ditempat yang aman               dari predator&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Beri makan/stimulasi yang cukup (saat               paceklik)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Jaga kesinambungan koloni hanya ada               satu lebah ratu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pengembangan koloni yang ada&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-6932120596090068502?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/6932120596090068502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=6932120596090068502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/6932120596090068502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/6932120596090068502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-lebah-madu.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Lebah Madu'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-6958809895731245252</id><published>2008-04-07T12:29:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T15:37:57.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam pedaging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ayam kampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam kampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ayam arab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ayam pedaging'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Kampung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Agrobisnis seperti sumur yang tak pernah kering. Ini bukan omong kosong.ketika industri lain ambruk diterjang badai krisis moneter, sektor ini terbukti tetap tegar. Benarkah ? bagi yang komponen lokalnya dominan, jawabannya : benar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Dibidang peternakan, misalnya, usaha ayam ras(ayam pedaging) langsung terkapar ketika krisis berlangsung. Maklum ayam jenis ini banyak menelan dollar, mulai dari bibit, bahan baku pakan, obat-obatan hinggaperalatan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Lain cerita kalau yang diternakan ayam kampung atau ayam buras(bukan ras) yang 100 % asli Indonesia. Menurut data Ditjen Peternakan, tahun 1998 populasi ayam kampung mengalami peningkatan sekitar 1 % dibanding tahun sebelumnya, jauh berbeda dengan ayam ras yang anjlok sampai 70 %. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Produksi telur ayam ras (&lt;i&gt;leghorn&lt;/i&gt;) petelur misalnya bisa mencapai 300 butir setahun. Sementara ayam kampung yang dipelihara secara khusus paling banter hanya 100 butir telur. Begitu juga dengan ayam ras pedaging (&lt;i&gt;broiler). &lt;/i&gt;Tubuhnya cepat bongsor, dalam 30 hari bisa mencapai 1 kg. Sementara ayam kampung membutuhkan 3 bulan untuk mencapai bobot hidup yang sama . Hanya saja harga daging dan telur ayam kampung lebih tinggi, itu kelebihannya. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Keuntungannya jelas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Bila serius keuntungan usaha penetasan ayam kampung ternyata cukup menggiurkan. Saat ini harga sebutir ayam kampung Rp 800. Sementara harga seekor anak ayam yang baru menetas atau biasa disebut DOC (Day Old Chick), sekitar Rp 2000 perekor, berarti kalau ditetaskan untungnya lebih dari 100 % ? memang besar. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mencari telur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya tidak sulit asal mau telaten. Sebab, telur bisa diperoleh di kampung-kampung. Pada pemeliharaan trdisional, umumnya setiap induk melakukan perkawinan dengan ayam pejantan. Sehingga telur yang dihasilkan merupakan telur yang bertunas atau yang bisa di tetaskan. Bisa juga melalui penjual jamu gendong, dipasar-pasar lokal juga mudah ditemukan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mesin penetas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Mesin tetas bisa didapat dengan dua cara. Jika punya uang bisa membeli mesin tetas sendiri. Harganya antara Rp 700 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung daya tampungnya. Untuk alat yang satu ini, banyak yang dijual disekitar Tangerang.  &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Kalau mau menyewa bisa dicari sekitar Rawa Belong, Jakarta Barat. Akan lebih untung kalau memiliki mesin penetas sendiri dengan kapasitas yang besar. Selain dipakai sendiri, juga bisa disewakan. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Tak usah bingung memasarkan anak ayam. Banyak jalannya. Antara lain melalui Koperasi Peternak ayam buras Jakarta. Atau bisa langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras. Kalau belum puas dengan hasil anak ayam, bisnis ini bisa dikembangkan sebagai bisnis terpadu. Artinya, selain anak ayam, juga beternak ayam pedaging (broiler) dan telur. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pakan Di buat sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Siapa yang tak ingin usahanya berkembang. Untuk itu, ada baiknya seorang peternak juga menguasai pembuatan pakan. Sejak krisis berlanjut, tidak sedikit pengusaha peternakan, baik ayam pedaging maupun petelur, yang gulung tikar. Penyebabnya ya, karena sebagian besar bahan bakunya mengandalkan impor. Sementara pakan dari bahan baku lokal yang sebenarnya dari sisi kualitas tidak kalah, masih jarang dilirik peternak. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Dari pada buang duit untuk membeli bahan pakan ternak ada baiknya mempelajari kiat membuat pakan sendiri seperti yang disajikan dibawah ini. (Tabel I &amp;amp; II). &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Pola usaha ini sudah dujalani Ekok Wakradiharjo, peternak ayam kampung yang bermukim di Jagarkarsa, Jakarta Selatan. Dengan menggunakan pakan lokal ia mampu memetik penghasilan lumayan besar. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Dari 1000 ekor ternaknya, minimal setiap bulan mengantungi keuntungan Rp. 1,4 juta. Itu baru dari hasil penjualan ayam kampung pedaging. Jadi belum termasuk telur, ayam afkiran dan kotoran ayam yang belakangan ini jadi rebutan petani karena harga pupuk kimia sangat mahal. &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;AKS(Kiriman Bambang Suharno, Bekasi).&lt;br /&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bg="" border="1" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td colspan="5" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Tabel 1. Komposisi Starter 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;komponen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;penggu-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;naan%&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;/kg&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;(Rp)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Jagung&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;53&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;1400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;742&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Bungkil kedelai&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;4250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;425&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Pollar/ dedak padi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;500&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;110&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung ikan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;4000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;480&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung tulang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;2250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;67,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="#cae4ff" width="10%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="28%"&gt;&lt;span style=""&gt;Total&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td align="center" bgcolor="#cae4ff" valign="top" width="18%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;1824,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" bg="" border="1" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="5" width="100%"&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Tabel II: Komposisi Starter 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;komponen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;penggu-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;naan%&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="18%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;/kg&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" valign="top" width="24%"&gt;&lt;span style=""&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;(Rp)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Jagung&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;50&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;1400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;700&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Bungkil kedelai &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;2250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;225&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="1" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="1" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Pollar/ dedak padi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="1" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;29 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="1" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt; 500&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="1" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;145&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung ikan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;8 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;4000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;320&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" height="19" width="10%"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="19" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Tepung tulang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;2250&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="19" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;67,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="#cae4ff" height="22" width="10%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" height="22" width="30%"&gt;&lt;span style=""&gt;Total &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="22" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" align="center" height="22" width="20%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td bg="" style="color: rgb(202, 228, 255);" align="center" height="22" width="20%"&gt;&lt;span style=""&gt;1457,5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;table bg="" style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Analisis Keuntungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Usaha Ayam Kampung Pedaging&lt;br /&gt;Per 1.000 ekor&lt;br /&gt;per 3 bulan&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td width="100%"&gt;A. Investasi  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kandang dgn biaya perekor @ Rp. 7.000     &lt;b&gt;Rp. 7.000.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;B. Biaya Lancar &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;DOC 1.000 ekor @ Rp. 1.800           &lt;b&gt; Rp. 1.800.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pakan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;a. Starter1  1000 kg @ Rp. 1.824,5/kg    &lt;b&gt;Rp. 1.824.500.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;b. Starter2  1500 kg @    Rp. 1.657,5/kg     &lt;b&gt;Rp. 2.486.250.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Vaksin dan jamu 1000 ekor x Rp. 150 x 2   &lt;b&gt;Rp. 300.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Listrik Rp. 100.000 x 3 = &lt;b&gt;Rp. 300.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kematian Ternak 10%  &lt;b&gt;Rp. 180.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penyusutan Kandang (usia 4 tahun)  &lt;b&gt;Rp. 145.830.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Total Biaya    Rp. 7.036.580.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;C. Pendapatan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ayam ukuran 0,9 kg @ Rp. 14.000/kg x 900 ekor (mati 10%) &lt;b&gt; Rp. 11.340.000.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;D. Analisis Keuntungan &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Keuntungan bersih = Pendapatan - Biaya Lancar   = &lt;b&gt;Rp. 4.303.420&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pakan untuk starter 1 digunakan dari umur 0 hari sampai 4 minggu. Selanjutnya gunakan starter 2 hingga panen sekitar umur 3 bulan. Pada saat tersebut bobot hidup sekitar 0,9 kg/ekor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ciri umum bibit unggul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td width="100%"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagian tubuh tak ada yang rusak atau cacat. Misalnya kaki utuh dan leher lurus. Otot kempal dan kuat terutama dibagian paha dan dada. Tulangnya juga kuat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Susunan bulu teratur,saling meng- himpit dan tampak mengkilat. Kondisi bulu yang baik tersebut mencerminkan keadaan kulit yang baik pula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mata cerah dan pandangannya tampak tajam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Induk jantan mempunya jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh,paruh pendek,tajam dan kuat. Selain itu, keturunannya bukan berasal berasal dari anak induk betina.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jarak ujung tulang dada dengan cloaca(dubur) berjarak minimal 3 jari tangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td bg="" width="100%"&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Analisis Keuntungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;TELUR TETAS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/center&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt; &lt;td width="100%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Biaya Lancar :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Membeli telur tetas 500 butir x Rp 800 = Rp 400.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sewa mesin tetas 500 butir x Rp 100 = Rp 50.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Biaya lain-lain = Rp 50.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Total Biaya Lancar= Rp 500.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapatan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;500 butir x 80 % x 2000 = Rp. 800.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Keuntungan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Rp 800.000 – Rp 500.000 = Rp. 300.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-6958809895731245252?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/6958809895731245252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=6958809895731245252' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/6958809895731245252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/6958809895731245252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-ayam-kampung.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Kampung'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-544293005526110068</id><published>2008-04-07T09:38:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T15:39:14.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis burung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perkutut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis burung perkutut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkembangbiakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis perkutut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Perkutut</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Perkutut dalam bahasa latinnya disebut Geopelia Striata&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dan masih berkerabat dekat dengan perkutut besar (geopelia humeralis) dan perkutut tutul (geopelia cuneata, yang sering disebut perkutut afrika) yang banyak hidup di Australia.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Perkutut termasuk bangsa merpati-merpatian (Columbidae) yang terdiri dari 10 kelompok antara lain : Punai, Katik, Pergam, Ucal, Junai, Mabruk, Delimukan, merpati (dara), Tekukur dan Perkutut.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Bangsa merpati-merpatian mempunyai ciri-ciri umum seperti:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Hidup berpasangan dan bertelur dua. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Mempunyai tembolok (pemakan biji-bijian).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Mempunyai alat yang dapat menutup hidung, sehingga tidak perlu mengangkat kepalanya pada saat minum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Burung jantan bertubuh dan bersuara lebih besar serta menyanyi / berbunyi (bukan berkicau) untuk memikat betina.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Suara nyanyian yang dihasilkan berasal dari selaput suara (syrinx) yang terletak pada bagian belakang tenggorokan yang berhubungan dengan paru-paru, yang tampak mengembung pada saat berbunyi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,Times;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Perkutut di Alam Bebas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Di alam bebas, perkutut umumnya hidup secara berkelompok dengan lingkungan yang mempunyai rerumputan, daerah bukit berbatu dan ditempat dataran rendah maupun tinggi yang banyak ditumbuhi rerumputan. Hal ini disebabkan karena makanan perkutut berupa biji-bijian yang berasal dari rerumputan seperti millet, jewawut, gabah kecil, dan lain-lain.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Sebagai contoh, perkutut mudah sekali ditemukan di daerah desa Pecatu di bukit Jimbaran daerah kampus Universitas Udayana, Bali yang berupa bukit berbatuan dengan banyak ditumbuhi tumbuhan jenis rerumputan. Perkutut di daerah ini terkenal akan kristal suaranya yang bagus dan jernih (kering), hal ini mungkin disebabkan air yang diminumnya banyak mengandung kapur karena daerah ini merupakan bukit kapur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,Times;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Jenis -Jenis Perkutut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Pada masa sekarang ini, perkutut belang (Geopelia Striata) secara populer hanya dibedakan atas 2 (dua) jenis yaitu perkutut lokal dan perkutut bangkok. Padahal sebenarnya perkutut terbagi atas 7 (tujuh) sub-jenis yang dibedakan atas daerah asal dan mempunyai variasi letak warna bulu yang berbeda dengan ukuran tubuh yang relatif sama. yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Geopelia Striata (G.S) Striata, yaitu perkutut belang asli yaitu perkutut lokal dan bangkok yang umum dipelihara. Berasal dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;G.S. Maungeus, yaitu perkutut belang yang sering disebut perkutut Sumba dan berasal dari Sumba, Sumbawa dan Pulau Timor.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;G.S. Audacis, perkutut belang yang berasal dari kepulauan Kei dan Tanimbar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;G.S. Papua, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua (Irian Jaya dan Papua Nugini)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;G.S. Placida, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua dan Australia Utara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;G.S. Tranquila, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;G. S. Clelaudi, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Barat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;center&gt;&lt;table border="1" cols="1" width="50%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://perkututmall.tripod.com/species.jpg" height="194" width="319" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Semua jenis perkutut belang di atas umumnya disebut sebagai perkutut lokal, sedangkan yang dimaksud perkutut Bangkok (Thailand) adalah perkutut belang (G.S. Striata) yang juga berasal dari Indonesia tepatnya di Pulau Jawa. Dan sudah mulai diternakkan di Thailand sejak  50 tahun yang lalu. Secara fisik perkutut lokal dan bangkok hampir sama. Secara fisik hanya dapat dibedakan oleh orang yang sudah biasa melihatnya, yaitu dengan melihat matanya di mana mata perkutut lokal mempunyai lingkaran mata warna putih lebih besar daripada mata perkutut bangkok. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Cara yang paling mudah adalah dengan mendengarkan suaranya. Perkutut lokal mempunyai suara yang ringan dan datar serta tempo iramanya cepat, sedangkan suara perkutut bangkok lebih besar (nge-bass). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Perkutut lokal terutama yang merupakan tangkapan dari alam, makin hari makin berkurang peminatnya selain oleh karena mutu suaranya yang kurang baik juga disebabkan bakalan (anak/remaja) perkutut lokal untuk menjadi rajin manggung memerlukan waktu antara 2 hingga 4 tahun, sedangkan perkutut bangkok usia 7 bulan sudah bocor jika perawatan, makanan dan keturunannya cukup baik.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,Times;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Perkutut Jantan dan Betina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Kelamin perkutut dapat dibedakan dengan cara meraba supit (tulang bagian perut bawah dekat dubur). Kalau supitnya dekat sekali, keras dan hampir rapat umumnya berkelamin jantan, sedangkan kalau renggang dan lunak umumnya berkelamin betina.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,Times;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Perkembangbiakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Perkutut berkembangbiak dengan bertelur sebanyak 2 (dua) butir setiap kalinya dengan jarak antara telur yang pertama dengan yang kedua selama satu hari. Perkutut di alam bebas bertelur sebanyak 2 hingga 3 kali dalam setahun. Sedangkan Perkutut yang telah diternakkan dapat bertelur hingga 6 kali dalam setahun, dan jika mengunakan metode menitipkan telurnya untuk dieramkan dan dirawat burung lain seperti tekukur atau puter, maka sepasang perkutut dapat bertelur hingga 3 kali dalam sebulan yang berarti 36 kali bertelur dalam setahun.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Perkutut yang diternakkan dapat lebih banyak kali bertelur dibandingkan perkutut yang hidup di alam bebas disebabkan oleh karena perawatan dan makanan yang cukup dan bergizi. Tetapi hasil anakan dari perkutut yang terlalu banyak kali bertelur (dengan metode penitipan) akan menurun kwalitasnya. Itu sebabnya peternak yang baik akan membatasi jumlah perkututnya bertelur dalam setahun maksimal 6 kali dengan memberikan makanan yang bergizi lengkap supaya telur yang akan menetas nantinya akan menjadi perkutut yang berkwalitas baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,Times;font-size:100%;"  &gt;Sumber artikel : &lt;a href="http://perkututmall.tripod.com/"&gt;Perkutut Mall&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-544293005526110068?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/544293005526110068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=544293005526110068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/544293005526110068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/544293005526110068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-perkutut.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Perkutut'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-4625777995081651821</id><published>2008-04-07T09:36:00.010+07:00</published><updated>2008-05-08T15:40:12.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumansia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis kelinci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelinci'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Kelinci</title><content type='html'>&lt;table class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut sistem Binomial,                bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;      &lt;table border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="23%"&gt;Ordo&lt;/td&gt;                   &lt;td width="77%"&gt;: Lagomorpha&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;Famili&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Leporidae&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;Sub famili&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Leporine&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;Genus&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Lepus, Orictolagus&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;Spesies&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;: Lepus spp., Orictolagus spp.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;br /&gt;Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lainhingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt;Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td height="36" valign="top"&gt;              &lt;div align="justify"&gt; Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising dan terlindung dari predator.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td height="1274" valign="top"&gt;Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan. &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana                      dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan kandang anak lepas sapih.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;            Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:                     &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt; 1)&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;2)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang sistem ranch ; dilengkapi                              dengan halaman pengumbaran.&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;3)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="534"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="534"&gt;                    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.&lt;br /&gt;            &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                         &lt;td width="96%"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Perawatan Bibit dan Calon Induk&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sistem Pemuliabiakan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu: &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;a.&lt;/td&gt;                                 &lt;td width="639"&gt; &lt;div align="justify"&gt;In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.&lt;br /&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;b.&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr valign="top"&gt;                                  &lt;td width="15"&gt;c.&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;4)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="60"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td height="18"&gt; &lt;div align="justify"&gt;5)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Proses Kelahiran&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td height="60"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="436"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;                   &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="423" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18" width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Pengontrolan Penyakit&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="46"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="18"&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Perawatan Ternak&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td height="1"&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pemberian Pakan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td height="1"&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar, matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;1)&lt;/td&gt;                   &lt;td width="692"&gt;Bisul&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.&lt;br /&gt;              &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; pembedahan dan pengeluaran                        darah kotor selanjutnya diberi Jodium.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;2)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Kudis&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; Darcoptes scabiei.&lt;br /&gt;             &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; ditandai dengan koreng di                      tubuh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan antibiotik                      salep.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;3)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Eksim&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; kotoran yang menempel                      di kulit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; menggunakan                      salep/bedak Salicyl.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;4)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Penyakit telinga&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt; &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; kutu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; meneteskan minyak nabati.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;5)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Penyakit kulit kepala&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;jamur.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala                      :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; timbul semacam sisik pada kepala.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan bubuk belerang.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;6)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Penyakit mata&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      bakteri dan debu.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; mata                      basah dan berair terus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      dengan salep mata.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;7)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Mastitis&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.&lt;br /&gt;              &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; puting mengeras dan panas                        bila dipegang.&lt;br /&gt;              &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dengan tidak menyapih                        anak terlalu mendadak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;8)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Pilek&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                        virus.&lt;br /&gt;              &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; hidung berair terus.&lt;br /&gt;              &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; penyemprotan antiseptik                        pada hidung.&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;9)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Radang paru-paru&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; bakteri Pasteurella multocida.             &lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; napas sesak, mata dan                      telinga kebiruan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;                      diberi minum Sul-Q-nox.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;10)&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;Berak darah&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                    &lt;td width="27"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Penyebab :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; protozoa Eimeira.&lt;br /&gt;             &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Gejala :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; nafsu makan hilang, tubuh                      kurus, perut membesar dan mencret darah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pengendalian                      :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam                      1 liter air.&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td height="1" width="27"&gt;&lt;div align="justify"&gt;11)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hama pada kelinci umumnya                        merupakan predator dari kelinci seperti anjing.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;br /&gt;Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8.3.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;               &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt; Stoving&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap .&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Pemotongan dapat dengan 3 cara:&lt;br /&gt;1) Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma disembelih.&lt;br /&gt;2) Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.&lt;br /&gt;              3) Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengulitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan                        posisi kelinci digantung.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.4.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran Jeroan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr valign="top"&gt;                    &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9.5.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan Karkas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Analisis                      Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor induk: &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td width="4%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;1)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;Biaya Produksi&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="32%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="3%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;a. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="61%"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Kandang dan perlengkapan                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;b.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000,&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.      600.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;c.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,-                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.        60.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;d.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Pakan&lt;br /&gt;                    - Sayur + rumput &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;- Konsetrat (pakan tambahan)                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   2.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;e.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Obat&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   1.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;f. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   3.600.000,-                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   9.260.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;2)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2" height="1"&gt;                           &lt;div align="justify"&gt;Pendapatan&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2" valign="bottom"&gt;Kelahiran hidup/induk/tahun                            = 31 ekor&lt;br /&gt;                  Penjualan:&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="bottom"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;a. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Bibit: 20 x 15                              x Rp. 20.000,- &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.   6.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;b.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Kelinci potong 20 x 15 x Rp.                              50.000,- &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp. 15.000.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;c. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Feses/kotoran&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt; Rp.        60.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;d. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Bulu &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp.      750.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt;Jumlah pendapatan &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp. 21.810.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;3)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt; Keuntungan &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Rp. 12.550.000,-&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;4)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;                            &lt;div align="justify"&gt; Parameter kelayakan usaha&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                          &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;- B/C ratio &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;= 2,36&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="87"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;             &lt;br /&gt;Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung                    Puyuh, Yasaguna, Jakarta. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius,                    Yogyakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt; Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya,                    Jakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya,                    Malang.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;          Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;          Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;          Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" title="http://www.ristek.go.id" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber artikel :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-4625777995081651821?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/4625777995081651821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=4625777995081651821' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4625777995081651821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4625777995081651821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-kelinci.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Kelinci'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-7897797943499972165</id><published>2008-04-07T09:33:00.004+07:00</published><updated>2008-05-08T15:41:10.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumansia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peternakan kambing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daging kambing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis kambing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya kambing'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Kambing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIBIT&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nguntoronadi.wonogiri.org/mod/informasi/foto/4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 219px; height: 144px;" src="http://www.nguntoronadi.wonogiri.org/mod/informasi/foto/4.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri untuk calon induk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jinak dan sorot matanya ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki lurus dan tumit tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri untuk calon pejantan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki lurus dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keturunan kembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKANAN&lt;br /&gt;Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).&lt;br /&gt;Cara pemberiannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA LAKSANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).&lt;br /&gt;Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :&lt;br /&gt;Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor&lt;br /&gt;Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor&lt;br /&gt;Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor&lt;br /&gt;Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor&lt;br /&gt;Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan reproduksi&lt;br /&gt;Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan&lt;br /&gt;mencapai 55 - 60 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila&lt;br /&gt;dinaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratio jantan dan betina = 1 : 10&lt;br /&gt;Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Panen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH ANALISA USAHA TERNAK KAMBING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit 1 ekor pejantan = 1 x Rp. 250.000,- Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;Bibit 6 ekor betina = 1 x Rp. 200.000,- Rp. 1.200.000,-&lt;br /&gt;Total Rp. 1.450.000,-&lt;br /&gt;Kandang Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;Makanan Rp. 200.000,-&lt;br /&gt;Obat-obatan Rp. 100.000,-&lt;br /&gt;Total Pengeluaran Rp. 2.250.000,-&lt;br /&gt;Pemasukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari anaknya&lt;br /&gt;Jika setelah 1 tahun, ke 6 produk menghasilkan 2 ekor, jumlah kambing yang bisa dijual setelah 1 tahun = 12 ekor. Jika harga tiap ekor Rp. 150.000,- maka dari 12 ekor tersebut akan dihasilkan : 12 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.800.000,-&lt;br /&gt;Dari induk&lt;br /&gt;Pertambahan berat induk 50 gram per ekor per hari, maka setelah 2 tahun akan dihasilkan pertambahan berat : 7 x 50 gr x 365 = 127,75 kg. Total daging yang dapat dijual (7 x 15 kg) + 127,75 kg = 232,75 kg. Pendapatan dari penjualan daging = 232,75 kg x Rp. 10.000,-=Rp.2.327.500,-&lt;br /&gt;Dari kotoran :&lt;br /&gt;Selama 2 tahun bisa menghasilkan ± 70 karung x Rp. 1.000,- = Rp. 70.000,-&lt;br /&gt;Keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk:Rp.1.800.000+Rp. 2.327.500+Rp. 70.000 == Rp. 4.197.500,-&lt;br /&gt;Keluar:Rp.1.450.000+Rp.500.000+Rp.200.000+Rp.100.000 == Rp. 2.250.000&lt;br /&gt;Keuntungan selama 2 th: Rp. 4.197.500,- dikurang Rp. 2.250.000 == Rp. 1.947.500,- atau Rp. 81.145,- per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel : Nguntoronadi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-7897797943499972165?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/7897797943499972165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=7897797943499972165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/7897797943499972165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/7897797943499972165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-kambing.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Kambing'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-1981602282180176898</id><published>2008-04-07T09:32:00.004+07:00</published><updated>2008-05-08T15:41:52.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis angsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Angsa</title><content type='html'>&lt;p&gt;Orang yang memelihara angsa sekarang ini sudah jarang kita temui. Padahal tanpa makanan yang khusus, angsa dapat berkembang biak dengan lebih baik dibandingkan kebanyakan unggas lainnya. Angsa tergolong sangat bandel dan relatif mudah tumbuh menjadi besar. Mereka lebih tahan terhadap penyakit dan hampir tidak memerlukan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang barangkali meragukan, yaitu tentang air. Orang sering disodorkan foto angsa di atas air sehingga berkonotasi bahwa angsa dan air tidak dapat dipisahkan. Sebenarnya tidak demikian, bahkan sebaliknya lumpur dapat menimbulkan penyakit pada angsa. Angsa jelas dapat menjadi ternak peliharaan yang baik di pekarangan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Lucida Casual,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Pemilihan bibit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama yang harus ditentukan adalah pemilihan bibit angsa. Memilih bibit tergantung dari tujuan pemeliharaannya. Bila untuk sekedar hobby maka akan banyak pilihan karena sifatnya kesukaan pribadi. Sedangkan untuk keperluan memproduksi daging atau telur, pilihan menjadi agak terbatas karena harus memperhitungkan faktor ekonomis yaitu ongkos produksi harus lebih rendah dari harga jual. Mengkalkulasi ongkos produksi sudah barang tentu bukan pekerjaan mudah bagi seorang pemula. Barangkali salah satu cara untuk mengurangi kerugian dari kemungkinan gagal adalah mulailah dengan sedikit. Untuk produksi daging usahakan agar waktu penjualannya yaitu saat angsa berumur 4 sampai 6 bulan jatuh menjelang Hari Raya Idulfitri yang biasanya harganya lebih baik. Untuk patokan harga daging dan telur tiap hari bisa dilihat di &lt;a href="http://www.dprin.go.id/PIP/" target="_blank"&gt;Departemen Perdagangan dan Perindustrian R.I.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bibit angsa yang terkenal diantaranya adalah Toulouse, Embden dan African yang tergolong paling berat tubuhnya, Pilgrim yang berat tubuhnya pertengahan dan Chinese yang paling ringan beratnya. Walaupun demikian, kecepatan pertumbuhan dan kemampuan berproduksi telur pada jenis bibit yang sama belum tentu akan sama hasilnya. Jadi dari pengalaman berternak nantinya, pilihlah bibit dari induk yang pertumbuhannya paling cepat dan menghasilkan banyak telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="width: 326px; height: 466px;" bgcolor="#f9f7f7" border="0" cellpadding="2" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="150"&gt;&lt;img src="http://www.peternakan.com/Images/Tips/toulouse.jpg" alt="Angsa Toulouse" height="200" width="147" /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="150"&gt;&lt;img src="http://www.peternakan.com/Images/Tips/embden.jpg" alt="Angsa Embden" height="200" width="147" /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center" height="20" width="150"&gt;Angsa Toulouse&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center" height="20" width="150"&gt;Angsa Embden&lt;/td&gt;          &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td width="150"&gt;&lt;img src="http://www.peternakan.com/Images/Tips/pilgrim.jpg" alt="Angsa Pilgrim" height="200" width="147" /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="150"&gt;&lt;img src="http://www.peternakan.com/Images/Tips/chinese.jpg" alt="Angsa China" height="200" width="147" /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;/tr&gt;            &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center" height="20" width="150"&gt;Angsa Pilgrim&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center" height="20" width="150"&gt;Angsa China&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Lucida Casual,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Kandang dan peralatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angsa tergolong binatang yang tidak kerasan tinggal di kandang. Biarkan mereka berkeliaran di halaman belakang sampai batas tertentu. Kandang diperlukan sebagai tempat berteduh dari hujan lebat dan angin kencang disamping sebagai tempat tidurnya. Ukuran kandang yang dianggap memadai untuk tiap ekor angsa adalah 1 X 1 meter persegi ditambah 3 sampai 4 X 1 meter persegi sebagai pekarangannya. Atap kandang diusahakan tidak bocor agar waktu hujan tetap kering. Makanan sebaiknya dibiasakan diberikan dalam kandang dalam baskom atau wadah plastik yang terbuka. Air minumannya diusakan berada di luar kandang untuk menjaga agar kandang tetap kering. Sarang tidak diperlukan kecuali sudah ada yang bertelur. Sarang bisa dibuat dari kotak kayu yang di dalamnya diberi alas dari serutan kayu atau pecahan strowbur. Cahaya di kandang harus cukup untuk menstimulasi percepatan produksi telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Lucida Casual,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Memberi makan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa pembiakan, pemberian 15% protein ditambah vitamin dalam kadar yang sama seperti untuk ayam dalam masa pembiakan dianggap telah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi. Makanan sebaiknya tetap tersedia, demikian pula halnya dengan kulit kerang dan pasir. Makanan lainnya tidak ada yang spesifik, dedak dicampur sayuran atau sisa makananpun tidak menjadi masalah. Angsa sangat lahap dalam memakan rumput atau daun-daunan. Dibawah ini adalah tabel komposisi nutrisi sebagai acuan apabila memungkinkan untuk memberikannya.&lt;br /&gt;&lt;table bgcolor="#ffffff" border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;    &lt;tr&gt;&lt;td align="center" width="100%"&gt;     &lt;table bgcolor="black" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" width="440"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;     &lt;table bgcolor="#f9f7f7" border="0" cellpadding="2" cellspacing="1" width="100%"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td class="leftbarSub" align="center" bgcolor="#f5f5ff" width="180"&gt;&lt;b&gt;Komposisi bahan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class="leftbarSub" align="center" bgcolor="#f5f5ff" width="130"&gt;&lt;b&gt;Starter&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class="leftbarSub" align="center" bgcolor="#f5f5ff" width="130"&gt;&lt;b&gt;Grower-Finisher(Range)&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Ground yellow corn&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;15&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;20&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Ground barley&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;20&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;25&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Ground oats&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;20&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;25&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Meat scrap (50%)&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;2&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;3&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Soybean oil meal (47%)&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;21,5&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;4&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Dried whey&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;2&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;-&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Dehidrated alfalfa meal (17%)&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;3&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;-&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Dicalcium phosphate&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;0,5&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;-&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Iodized salt&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;1&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;1&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;&lt;b&gt;TOTAL&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;&lt;b&gt;100&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;&lt;b&gt;100&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;&lt;b&gt;  Tambahan:&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Riboflavin&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;2 gram/ton&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;-&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Niacin&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;20 gram/ton&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;-&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;     &lt;td class="rightbar" align="left"&gt;  Vitamin B12&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;6 miligram/ton&lt;/td&gt;     &lt;td class="rightbar" align="center"&gt;-&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;          &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemeliharaan angsa dimaksudkan untuk dikonsumsi, umur angsa yang baik untuk dikonsumsi adalah 4 sampai 6 bulan. Keram mereka pada sangkar yang lebih kecil dan berikan makanan penuh (full feed) 3 atau 4 minggu sebelum batas waktu dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sangat mungkin untuk menumbuhkan angsa lebih cepat dengan memberi makan penuh (full feeding grower-finisher pellets) sepanjang masa pertumbuhan. Akan tetapi bila mereka telah mencapai berat yang diinginkan (5,5 sampai 7,5 kilogram) dalam waktu 12 sampai 14 minggu, maka kondisi bulunya akan banyak bulu-bulu pendek yang akan sulit dicabut dan dibersihkan. Setelah lewat 14 minggu, kondisi bulunya akan cepat membaik. Jadi ada baiknya menghemat rumput dengan membatasi pemberiannya pada masa awal dan berkonsentrasi pada masa akhir menjelang dikonsumsi atau dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Lucida Casual,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Pembiakan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya angsa paling baik dijodohkan sepasang atau bertiga. Angsa jantan yang perkasa akan puas mendapat jodoh dengan 4 atau 5 betina. Apabila mereka telah memilih sendiri pasangannya, maka banyak sekali jantan berpasangan dengan betina yang sama dari tahun ke tahun. Jumlah telur yang dihasilan pada tahun ke dua akan lebih vanyak dari tahun pertama. Prosentase keberhasilan penetasannyapun semakin baik. Induk angsa dapat terus memproduksi telur sampai 10 tahun. Dari hasil penelitian, kemampuan reproduksi angsa jantan lebih cepat menurun dibandingkan angsa betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Lucida Casual,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Pemeliharaan telur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ambil telur dua kali tiap hari, terutama pada musim hujan. Selalu hati-hati dalam pengentasan telur. Berihkan bilamana dipandang perlu. Temperatur yang paling baik pada tempat penyimpanan telur adalah 7 sampai 13°C dengan kelembaban relatif paling kecil 70%. Bila telur akan disimpan lebih dari dua hari, balikkan tiap hari agar prosentase penetasannya meningkat. Apabila cara penyimpanan telur kurang baik, prosentase penetasan ini menurun setelah telur disimpan 6 - 7 hari. Apabila cara penyimpanannya tepat telur dapat bertahan 10 sampai 14 hari dengan hasil pengentasan yang tidak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Lucida Casual,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Pengeraman telur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masa penginkubasian telur angsa yang paling umum adalah antara 29 sampai 30 hari. Empat sampai enam telur dapat diinkubasi pada setelan untuk ayam betina sedangkan 10 sampai 12 telur pada setelan angsa. Balikkan telur tiga atau lima kali sehari apabila incubator tidak bekerja sendiri. Angka bilangan pembalikkan telur harus ganjil untuk mencegah letak telur berada pada posisi yang sama tiap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila telur dieram oleh induk ayam, ambilah anak angsa dari sarang segera setelah dientaskan. Simpan di tempat yang hangat sampai beberapa jam. Apabila anak angsa tidak segera diambil, maka induk ayam mungkin akan meninggalkan sarangnya lebih awal sebelum semua telur menetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel : &lt;a href="http://peternakan.com/"&gt;peternakan.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-1981602282180176898?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/1981602282180176898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=1981602282180176898' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1981602282180176898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1981602282180176898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-angsa.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Angsa'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-6649144833680218521</id><published>2008-04-07T09:31:00.004+07:00</published><updated>2008-05-08T15:42:41.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daging bekicot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya bekicot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis bekicot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekicot'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Bekicot</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0);" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot berasal dari Afrika Timur, tersebar keseluruh dunia dalam waktu relatif singkat, karena berkembang biak dengan cepat. Bekicot tersebar ke arah Timur sampai di kepulauan Mauritius, India, Malaysia, akhirnya ke Indonesia. Bekicot sejak tahun 1933 telah ada disekitar Jakarta, sumber lain menyatakan bahwa bekicot jenis Achatina fulica masuk ke Indonesia pada tahun 1942 (masa pendudukan Jepang). Sampai saat ini, bekicot jenis Achanita fulica banyak terdapat di Pulau Jawa.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;Sentra peternakan bekicot banyak ditemukan di masyarakat pedesaan Jawa Timur, Bogor (Jawa Barat), Sumatera Utara dan Bali.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot diternakkan umumnya jenis Achatina fulica yang banyak disenangi orang, karena bekicot jenis ini banyak mengandung daging. Konon di Eropa, bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh maka bekicot jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain pakan ternak bekicot merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap. Masyarakat yang menggemari makanan dari bahan baku bekicot (sate bekicot,&lt;br /&gt;       keripik bekicot ) adalah masyarakat Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu bekicot juga kerap dipakai dalam pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti abortus, sakit waktu menstruasi, radang selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung dan lain-lain. Sedangkan kulit bekicot sangat mujarab untuk penyakit tumor. Sejenis obat yang dikenal berasal dari kulit bekicot, dinamakan Maulie., yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar, tidak bisa tidur/insomania, leher membengkak dan penyakit kaum wanita termasuk keputihan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;div align="justify"&gt;Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dalam transportasinya. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="2" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;                              &lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perkandangan&lt;br /&gt;                       &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Walaupun lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25–30 derajat C.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                       Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang,                                antara lain:&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                       &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                    &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                                   &lt;td width="97%"&gt;Kandang kotak kayu&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;Kandang dari bak semen&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td&gt;c.&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;Kandang galian tanah&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                    &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;br /&gt;Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                     &lt;/div&gt;                           &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Peralatan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa dan cangkul.&lt;br /&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="353"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Peyiapan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku. Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;             &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                         &lt;td width="97%"&gt;Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Reproduksi dan Perkawinan&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50 100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;Proses Kelahiran&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                          &lt;td height="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                        &lt;/div&gt;                   &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="200"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan dan pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dalam budidaya bekicot diantaranya meliputi: &lt;/div&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" height="237" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td width="96%"&gt;Menjaga kelembaban lingkungan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk mempertahankan kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan dapatdipertahankan dengan menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Mempertahankan kondisi likngkungan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekicot menyukai tempat yang lembab, namun bukan berarti pada tanah yang becek. Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai dengan yang dikehendaki bekicot.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pemberian pakan yang bermutu secara teratur&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun dan buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agar bekicot dapat tumbuh baiak tanpa gangguan dari hewan yang merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Menjaga bekicot agar tidak keluar dari areal pemeliaraan.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dari areal dapat                          dilakukan hal&lt;br /&gt;                 sebagai berikut:&lt;br /&gt;                 a. membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dalam                          kandang)&lt;br /&gt;                 b. membuat pagar yang bagian atasnya diolesi dengan detergen&lt;br /&gt;                 c. menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang adanya hama atau penyakit yang dapat menyebabkan kematian bekicot, kecuali semut, bebek dan itik.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan pemeliharaan cukup baik, bekicot mulai dapat dipanen setelah 5-8 bulan. secara fisik dapat dilihat apabila panjang cangkang telah mencapai 8-10 Cm, maka bekicot telah siap untuk diambil dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil utama dari ternak bekicot adalah dagingnya, yang dapat diolah langsung dengan dibuat sate, keripik, dendeng/masakan segar lainnya dan dapat juga diolah dalam bentuk kalengan. Ada juga permintaan dalam keadan hidup. Disamping itu daging dari bekicot ini dapat dijadikan tepung, yang pengolahannya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;             &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disamping diambil dagingnya, kulit/cangkang bekicot juga laku untuk dijual. Baik untuk bahan dasar obat-obatan/dibuat tepung untuk tambahan makanan untuk hewan ternak yang membutuhkan tepung berbahan dasar yang mengandung zat kapur.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Penangkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bekicot dikumpulkan di dalam kotak kardus/peti dari kayu dan jangan menggunakan karung goni karena dapat mengakibatkan kulit bekicot pecah. Setelah dimasukkan dalam peti, pertama sekali perlu dilakukan pencucian agar terhindar dari semua kotoran dan lumpur yang melekat pada cangkangnya. Pencucian ini dengan cara menyemprot bekicot dengan air bersih. Setelah itu, Bekicot di karantina selama 1-2 hari/malam tanpa diberikan makan agar kotoran dan lendirnya keluar sebanyak mungkin.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah dilakukan penagkapan dan pengumpulan bekicot lalu dilakukan penyortiran dengan jalan membuang bekicot yang mati atau terlalu kecil untuk diolah. Kemudian dilakukan penggaraman, dengan memberikan garam 10-15% dari berat total bekicot, dengan cara diaduk rata. Penggaraman dapat mematikan bekicot sekaligus mengeluarkan lendir sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui tahapan penggaraman, segera direbus dengan air garam 3% selama 10 menit, kemudian diangkat dan disemprot dengan air dingin, baru dilakukan pencukilan daging. Perebusan kedua dilakukan setelah bagian perut dibuang dan kotoran lainnya dalam larutan garam 3%. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan lendir dan daging menjadi lebih lunak. Kemudian daging tersebut dibungkus dan dikemas dalam karton.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td height="1" width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td height="1" width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya bekicot metoda kebun di daerah Kediri (Jawa Timur) dengan luas lahan 4.000 m2 pada tahun 1999.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;           &lt;em&gt;&lt;strong&gt;1) Biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;            &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td height="0" width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Sewa Lahan 4.000 m2&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="top" width="30%"&gt;Rp. 200.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                       &lt;td height="1" width="67%"&gt;Bibit induk 100 ekor @ Rp. 50,-&lt;br /&gt;               &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt; Rp. 5.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;c. &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pembuatan Pagar dan saluran 5 HOK @ Rp. 5.000,-&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Rp. 25.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;d.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Bambu pagar 10 btg @ Rp. 2.000,-&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt; Rp. 20.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;e.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pakan dan Pemeliharaan &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 120.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;f.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Panen dan pasca panen &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Rp. 100.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;g.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Lain-lain &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 30.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 500.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;em&gt;&lt;strong&gt;2) Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;            &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;- Bekicot siap panen 30.000 ekor = 100 kg                          @ Rp. 100,-&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 10.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;- Anak bekicot 60.000,-&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;- Telur bekicot 9.030.000 butir&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; Selanjutnya hasil panen dapat dilakukan setiap hari 100 kg dan pendapatan tiap bulan adalah Rp. 300.000,- dan perkembangan bekicot dari telur menjadi bekicot dan bekicot bertelur dan seterusnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;           &lt;em&gt;&lt;strong&gt;3) Keuntungan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari budidaya bekicot tersebut dapat didapat keuntungan Rp. 180.000,- setiap bulannya dan Rp. 6.000,- setiap harinya.&lt;br /&gt;         &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daging bekicot merupakan komoditi eksport yang menjanjikan, karena harganya yang cukup mahal dipasaran internasional. Pada periode Januari-Juli 1988 harga ekspor daging bekicot US $ 1,82 per kg. Hal ini menyebabkan menculnya Peternakan Inti Rakyat (PIR) dengan komoditi bekicot. Kini telah banyak berdiri perusahaan-perusahaan pengelola daging bekicot, yang dapat memperlancar pemasaran pasaran sebagai komoditi eksport.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Kusnin Asa. 1984. Budidaya Bekicot. Bhratara Karya                    Aksara. Jakarta&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Pinus L. 1988. Beternak Bekicot untuk Perancis, dalam Trubus,                    Febuari&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                 &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Victor Zebua (1988). Bekicot Melimpah Cacing Daun Bertingkah, dalam Harian Kedaulatan Rakyat, 17 September 1988.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Naryo Sadhori S. 1997. Teknik Budidaya Bekicot. Balai Pustaka.                    Jakarta. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;           Jl. Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan                    dan Pemasyarakatan Iptek,&lt;br /&gt;           Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,                    Indonesia,&lt;br /&gt;           Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952,&lt;br /&gt;           Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" title="http://www.ristek.go.id" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-6649144833680218521?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/6649144833680218521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=6649144833680218521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/6649144833680218521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/6649144833680218521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-bekicot.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Bekicot'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-7587037293796099695</id><published>2008-04-07T09:29:00.004+07:00</published><updated>2008-05-08T15:43:48.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumansia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis sapi potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapi potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penggemukan sapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya sapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis sapi'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Sapi Potong</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="isi" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt;Sapi yang ada sekarang ini berasal dari Homacodontidae yang dijumpai pada babak Palaeoceen. Jenis-jenis primitifnya ditemukan pada babak Plioceen di India. Sapi Bali yang banyak dijadikan komoditi daging/sapi potong pada awalnya dikembangkan di Bali dan kemudian menyebar ke beberapa wilayah seperti: Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura banyak terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi. Sapi jenis Aberdeen angus banyak terdapat di Skotlandia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Simental banyak terdapat di Swiss. Sapi Brahman berasal dari India dan banyak dikembangkan di Amerika.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi&lt;br /&gt;Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi Brahman (dari India), banyak dikembangkan di Amerika. Persentase karkasnya 45%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Memelihara sapi potong sangat menguntungkan, karena tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang dan&lt;br /&gt;sebagai tenaga kerja. Sapi juga dapat digunakan meranih gerobak, kotoran sapi juga mempunyai nilai ekonomis, karena termasuk pupuk organik yang dibutuhkan oleh semua jenis tumbuhan. Kotoran sapi dapat menjadi sumber hara yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;      Semua organ tubuh sapi dapat dimanfaatkan antara lain:&lt;br /&gt;      &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;" width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kulit, sebagai bahan industri tas, sepatu, ikat                    pinggang, topi, jaket.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;"&gt;2)&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt; Tulang, dapat diolah menjadi bahan bahan perekat/lem,                    tepung tulang dan barang kerajinan&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr valign="top"&gt;                  &lt;td style="text-align: justify;"&gt;3)&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tanduk, digunakan sebagai bahan kerajinan seperti: sisir, hiasan dinding dan masih banyak manfaat sapi bagi kepentingan manusia.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" valign="top"&gt; Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;              &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td style="text-align: justify;" class="isi" valign="top"&gt;Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahanbahan lainnya.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau 2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (&gt; 500 m).&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandang untuk pemeliharaan sapi harus bersih dan tidak lembab. Pembuatan kandang harus memperhatikan beberapa persyaratan pokok yang meliputi konstruksi, letak, ukuran dan perlengkapan kandang.&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td width="3%"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Konstruksi dan letak kandang&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi kandang sapi seperti rumah kayu. Atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu/kedua sisinya miring. Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang. Maksudnya adalah agar air yang tampak, termasuk kencing&lt;br /&gt;                        sapi mudah mengalir ke luar lantai kandang tetap                                kering.&lt;br /&gt;                        Bahan konstruksi kandang adalah kayu gelondongan/papan                                yang berasal&lt;br /&gt;dari kayu yang kuat. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, tetapi agak&lt;br /&gt;                        terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar.&lt;br /&gt;                        Termasuk dalam rangkaian penyediaan pakan sapi adalah                                air minum yang&lt;br /&gt;bersih. Air minum diberikan secara ad libitum, artinya harus tersedia dan&lt;br /&gt;                        tidak boleh kehabisan setiap saat.&lt;br /&gt;Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter&lt;br /&gt;                        dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran                                kandang. Pembuatan&lt;br /&gt;kandang sapi dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah/ladang.&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ukuran Kandang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5x1 m.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perlengkapan Kandang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Termasuk dalam perlengkapan kandang adalah tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian kotoran dan air kencing tidak tercampur didalamnya. Perlengkapan lain yang perlu disediakan adalah sapu, sikat, sekop, sabit, dan tempat untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untuk membersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit sekaligus bisa dipakai untuk memandikan sapi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;strong&gt;Pembibitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah:&lt;br /&gt;            &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut                          telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Matanya tampak cerah dan bersih.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Kukunya tidak terasa panas bila diraba.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;5)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak terlihat adanya eksternal parasit                          pada kulit dan bulunya.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;6)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret                          pada bagian ekor dan dubur.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;7)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan                          kerontokan bulu.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;8)&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;            &lt;br /&gt;Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;            &lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;1)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;2)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;3)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;laju pertumbuhannya relatif cepat.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;4)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;efisiensi bahannya tinggi. &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemeliharaan sapi potong mencakup penyediaan pakan (ransum) dan pengelolaan kandang. Fungsi kandang dalam pemeliharaan sapi adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;               a) Melindungi sapi dari hujan dan panas matahari.&lt;br /&gt;            b) Mempermudah perawatan dan pemantauan.&lt;br /&gt;            c) Menjaga keamanan dan kesehatan sapi.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan pembangkit tenaga. Makin baik mutu dan jumlah pakan yang diberikan, makin besar tenaga yang ditimbulkan dan masih besar pula energi yang tersimpan dalam bentuk daging.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemberian Pakan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, sedang menyusui, dan supaya tidak jenuh memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu penggembalaan (Pasture fattening), kereman (dry lot faatening) dan kombinasi cara pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggembalaan dilakukan dengan melepas sapi-sapi di padang rumput, yang biasanya dilakukan di daerah yang mempunyai tempat penggembalaan cukup luas, dan memerlukan waktu sekitar 5-7 jam per hari. Dengan cara ini, maka tidak memerlukan ransum tambahan pakan penguat karena sapi telah memakan bermacam-macam jenis rumput.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang yang dikenal dengan istilah kereman. Sapi yang dikandangkan dan pakan diperoleh dari ladang, sawah/tempat lain. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% - 2% dari berat badan. Ransum tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapus. Pakan sapi dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini dikenal dengan istilah ransum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan keraman. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. yang biasa digunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase. Secara singkat pembuatan silase ini dapat dijelaskan sebagai berikut: hijauan yang akan dibuat silase ditutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hasil dari proses inilah yang disebut silase. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan Kandang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penyakit antraks&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan.&lt;br /&gt;                    &lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: (1) demam tinggi, badan lemah dan gemetar; (2) gangguan pernafasan; (3) pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul; (4) kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina; (5) kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; (6) limpa bengkak dan berwarna kehitaman.&lt;br /&gt;                    &lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;: vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati.&lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penyakit mulut dan kuku (PMK)                          atau penyakit Apthae epizootica (AE)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE.&lt;br /&gt;Gejala: (1) rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening; (2) demam atau panas, suhu badan menurun drastis; (3) nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali; (4) air liur keluar berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara                          terpisah.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penyakit ngorok/mendekur atau                          penyakit Septichaema epizootica (SE)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;: bakteri Pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: (1) kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan; (2) leher, anus, dan vulva membengkak; (3) paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua; (4) demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penyakit radang kuku atau kuku                          busuk (foot rot)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang                          yang basah dan kotor.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: (1) mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh; (2) kulit kuku mengelupas; (3) tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit; (4) sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;7.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pengendalian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengendalian penyakit sapi yang paling baik menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi adalah:&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt; Menjaga kebersihan kandang beserta                            peralatannya, termasuk memandikan sapi.&lt;br /&gt;                  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat                          dan segera dilakukan pengobatan.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3.&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Mengusakan lantai kandang selalu kering.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;4.&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;Memeriksa kesehatan sapi secara teratur                          dan dilakukan vaksinasi sesuai petunjuk.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Hasil utama dari budidaya sapi potong adalah dagingnya&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain daging yang menjadi hasil budidaya, kulit dan kotorannya juga sebagai hasil tambahan dari budidaya sapi potong.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;9.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Stoving&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa prinsip teknis yang harus diperhatikan dalam pemotongan sapi agar diperoleh hasil pemotongan yang baik, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt; &lt;p&gt;Ternak sapi harus diistirahatkan sebelum                            pemotongan &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Ternak sapi harus bersih, bebas dari tanah                          dan kotoran lain yang dapat mencemari daging.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;3.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasa sakit yang diderita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluar secara tuntas.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;4.&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin.&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pengulitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengulitan pada sapi yang telah disembelih dapat dilakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agar kulit tidak rusak. Kulit sapi&lt;br /&gt;dibersihkan dari daging, lemak, noda darah atau kotoran yang menempel. Jika sudah bersih, dengan alat perentang yang dibuat dari kayu, kulit sapi dijemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam posisi sudut 45 derajat.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.3.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Pengeluaran Jeroan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sapi dikuliti, isi perut (visceral) atau yang sering disebut dengan jeroan dikeluarkan dengan cara menyayat karkas (daging) pada bagian perut sapi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;9.4.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pemotongan Karkas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari suatu peternakan sapi potong adalah menghasilkan karkas berkualitas dan berkuantitas tinggi sehingga recahan daging yang dapat dikonsumsipun tinggi. Seekor ternak sapi dianggap baik apabila dapat menghasilkan karkas sebesar 59% dari bobot tubuh sapi tersebut dan akhirnya akan diperoleh 46,50% recahan daging yang dapat dikonsumsi. Sehingga dapat dikatakan bahwa dari seekor sapi yang dipotong tidak akan seluruhnya menjadi karkas dan dari seluruh karkas tidak akan seluruhnya menghasilkan daging yang dapat dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, untuk menduga hasil karkas dan daging yang akan diperoleh, dilakukan penilaian dahulu sebelum ternak sapi potong. Di negara maju terdapat spesifikasi untuk pengkelasan (grading) terhadap steer, heifer dan cow yang akan dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karkas dibelah menjadi dua bagian yaitu karkas tubuh bagian kiri dan karkas tubuh bagian kanan. Karkas dipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha belakang, rusuk dan punggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulang dan tendon. Pemotongan karkas harus mendapat penanganan yang baik supaya tidak cepat menjadi rusak, terutama kualitas dan hygienitasnya. Sebab kondisi karkas dipengaruhi oleh peran mikroorganisme selama proses pemotongan dan pengeluaran jeroan.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Daging dari karkas mempunyai beberapa golongan kualitas kelas sesuai dengan lokasinya pada rangka tubuh. Daging kualitas pertama adalah daging di daerah paha (round) kurang lebih 20%, nomor dua adalah daging daerah pinggang (loin), lebih kurang 17%, nomor tiga adalah daging daerah punggung dan tulang rusuk (rib) kurang lebih 9%, nomor empat adalah daging daerah bahu (chuck) lebih kurang 26%, nomor lima adalah daging daerah dada (brisk) lebih kurang 5%, nomor enam daging daerah perut (frank) lebih kurang 4%, nomor tujuh adalah daging daerah rusuk bagian bawah sampai perut bagian bawah (plate &amp;amp; suet) lebih kurang 11%, dan nomor delapan adalah daging bagian kaki depan (foreshank) lebih kurang 2,1%. Persentase bagian-bagian dari karkas tersebut di atas dihitung dari berat karkas (100%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Persentase recahan karkas dihitung sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="1" bordercolor="#ff6600" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td align="center" height="25" valign="middle"&gt;Persentase                          recahan karkas = Jumlah berat recahan / berat karkas x                          100 %&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Istilah untuk sisa karkas yang dapat dimakan disebut edible offal, sedangkan yang tidak dapat dimakan disebut inedible offal (misalnya: tanduk, bulu, saluran kemih, dan bagian lain yang tidak dapat dimakan).&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan analisis budidaya sapi potong kereman setahun di Bangli skala 25 ekor pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;            &lt;em&gt;&lt;strong&gt;1) Biaya Produksi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;            &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Pembelian 25 ekor bakalan : 25 x 250 kg                          x Rp. 7.800,- &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 48.750.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Kandang &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 1.000.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;c.&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Pakan&lt;br /&gt;                  - Hijauan: 25 x 35 kg x Rp.37,50 x 365 hari&lt;br /&gt;                  - Konsentrat: 25 x 2kg x Rp. 410,- x 365 hari &lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;                  Rp. 12.000.000,-&lt;br /&gt;                  Rp. 7.482.500,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;d.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Retribusi kesehatan ternak: 25 x Rp. 3.000,-                        &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 75.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 69.307.500,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;            &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;            &lt;em&gt;&lt;strong&gt;2) Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Penjualan sapi kereman&lt;br /&gt;                  Tambahan &gt;Rp. 75.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 69.307.500,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;            &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;            &lt;em&gt;&lt;strong&gt;2) Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Penjualan sapi kereman&lt;br /&gt;                  Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0,8 kg = 7.300 kg&lt;br /&gt;                  Berat sapi setelah setahun: (25 x 250 kg) + 7.300 kg =                          13.550 kg&lt;br /&gt;                  Harga jual sapi hidup: Rp. 8.200,-/kg x 13.550 kg &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;                  Rp. 111.110.000,- &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;b.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg                          x Rp. 12,-&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 1.095.000,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="67%"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;&lt;strong&gt;Rp. 112.205.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;            &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3) Keuntungan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt; Tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal                          keuntungan Penggemukan 25 ekor sapi selama setahun. &lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;Rp. 42.897.500,-&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;            &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4) Parameter kelayakan usaha&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;             &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td width="3%"&gt;a.&lt;/td&gt;                       &lt;td width="65%"&gt; B/C ratio&lt;/td&gt;                       &lt;td width="30%"&gt;= 1,61&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sapi potong mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak potong maupun ternak bibit. Selama ini sapi potong dapat mempunyai kebutuhan daging untuk lokal seperti rumah tangga, hotel, restoran, industri pengolahan, perdagangan antar pulau. Pasaran utamanya adalah kota-kota besar seperti kota metropolitan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;        &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;               Konsumen untuk daging di Indonesia dapat digolongkan ke dalam                    beberapa segmen yaitu :&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;a)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konsumen Akhir&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsumen akhir, atau disebut konsumen rumah tangga adalah pembeli-pembeli yang membeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individunya. Golongan ini mencakup porsi yang paling besar dalam konsumsi daging, diperkirakan mencapai 98% dari konsumsi total.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;                &lt;br /&gt;Mereka ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam ova sub segmen yaitu : &lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt;Konsumen dalam negeri ( Golongan                                  menengah keatas )&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segmen ini merupakan segmen terbesar yang kebutuhan dagingnya kebanyakan dipenuhi dari pasokan dalam negeri yang masih belum memperhatikan kualitas tertentu sebagai persyaratan kesehatan maupun selera.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                              &lt;td class="isi"&gt;2.&lt;/td&gt;                             &lt;td class="isi"&gt;Konsumen asing&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsumen asing yang mencakup keluarga-keluarga diplomat, karyawan perusahaan dan sebagian pelancong ini porsinya relatif kecil dan tidak signifikan. Di samping itu juga kemungkinan terdapat konsumen manca negara yang selama ini belum terjangkau oleh pemasok dalam negeri, artinya ekspor belum dilakukan/jika dilakukan porsinya tidak signifikan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;b)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td style="text-align: justify;" class="isi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konsumen Industri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsumen industri merupakan pembeli-pembeli yang menggunakan daging untuk diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi guna mendapatkan laba. Konsumen ini terutama meliputi: hotel dan restauran dan yang jumlahnya semakin meningkat&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;            &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun mengenai tata niaga daging di negara kita diatur dalam inpres nomor 4 tahun 1985 mengenai kebijakansanakan kelancaran arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. Di Indonesia terdapat 3 organisasi yang bertindak seperti pemasok daging yaitu :&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi" width="3%"&gt; &lt;p&gt;a)&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt; &lt;p&gt;KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia),                            yang mewakili pemasok produksi peternakan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                        &lt;td class="isi"&gt;b)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot (penggemukan)                          Indonesia), yang mewakili peternak penggemukan&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;c)&lt;/td&gt;                       &lt;td class="isi"&gt;ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging                          Indonesia).&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Abbas Siregar Djarijah. 1996, Usaha Ternak Sapi,                    Kanisius, Yogyakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Yusni Bandini. 1997, Sapi Bali, Penebar Swadaya, Jakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Teuku Nusyirwan Jacoeb dan Sayid Munandar. 1991, Petunjuk Teknis Pemeliharaan Sapi Potong, Direktorat Bina Produksi Peternaka&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, Jakarta Undang Santosa. 1995, Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi, Penebar Swadaya, Jakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;5.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Lokakarya Nasional Manajemen Industri Peternakan. 24 Januari                    1994,Program Magister Manajemen UGM, Yogyakarta.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;6.&lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;Kohl, RL. and J.N. Uhl. 1986, Marketing of Agricultural Products,                    5 th ed, Macmillan Publishing Co, New York.&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt; &lt;table class="isi" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td width="4%"&gt;1.&lt;/td&gt;                 &lt;td width="96%"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;            Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt;                  &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;                  &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr valign="top"&gt;                      &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;      Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-7587037293796099695?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/7587037293796099695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=7587037293796099695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/7587037293796099695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/7587037293796099695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-bisnis-sapi-potong.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Sapi Potong'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-3884668947948427733</id><published>2008-04-05T16:44:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T15:44:59.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya ikan lele'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lele konsumsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis lele'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikan lele'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ikan lele'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya lele'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Ikan Lele</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RyS8STWmErI/AAAAAAAAAFs/dxtuFxFrLbI/s1600-h/LELE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RyS8STWmErI/AAAAAAAAAFs/dxtuFxFrLbI/s200/LELE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126429298473177778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;I. Pendahuluan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;II. Pembenihan Lele.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;III. Sistem Budidaya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;1. Sistem Massal.&lt;/em&gt; Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;2. Sistem Pasangan.&lt;/em&gt; Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;IV. Tahap Proses Budidaya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;A. Pembuatan Kolam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;Kolam tandon.&lt;/em&gt; Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;Kolam pemeliharaan induk&lt;/em&gt;. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;Kolam Pemijahan.&lt;/em&gt; Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;B. Pemilihan Induk&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Induk&lt;strong&gt; jantan&lt;/strong&gt; mempunyai tanda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- tulang kepala berbentuk pipih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- warna lebih gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- gerakannya lebih lincah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- alat kelaminnya berbentuk runcing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Induk &lt;strong&gt;betina &lt;/strong&gt;bertanda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- tulang kepala berbentuk cembung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- warna badan lebih cerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- gerakan lamban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- perut mengembang lebih besar daripada punggung  alat kelamin berbentuk bulat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;C. Persiapan Lahan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) &lt;/strong&gt;meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- &lt;em&gt;Pengeringan.&lt;/em&gt; Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- &lt;em&gt;Pengapuran.&lt;/em&gt; Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- &lt;em&gt;Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara)&lt;/em&gt;. untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- &lt;em&gt;Pemasukan Air&lt;/em&gt;. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;Pada tipe kolam berupa bak&lt;/strong&gt;, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;D. Pemijahan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;E. Pemindahan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Cara pemindahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- samakan suhu pada kedua kolam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;F. Pendederan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;V. Manajemen Pakan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pakan anakan lele berupa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;VI. Manajemen Air. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- air harus bersih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- berwarna hijau cerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Ukuran kualitas air secara kimia :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- bebas senyawa beracun seperti amoniak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;- mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;VI. Manajemen Kesehatan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Sumber Artikel :&lt;a href="http://teknis-budidaya.blogspot.com/"&gt; Abror Yudi Prabowo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-3884668947948427733?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/3884668947948427733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=3884668947948427733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3884668947948427733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3884668947948427733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-lele.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Ikan Lele'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RyS8STWmErI/AAAAAAAAAFs/dxtuFxFrLbI/s72-c/LELE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-8868288329477930628</id><published>2008-04-05T16:40:00.006+07:00</published><updated>2008-05-08T15:46:17.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam pedaging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya ayam potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ayam potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ayam pedaging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayam potong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Potong/Pedaging</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RyS84TWmEsI/AAAAAAAAAF0/W-t6sCZGEpg/s1600-h/BROILER.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RyS84TWmEsI/AAAAAAAAAF0/W-t6sCZGEpg/s200/BROILER.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126429951308206786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;I. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Pemilihan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Kondisi Teknis yang Ideal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Lokasi kandang&lt;br /&gt;Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.&lt;br /&gt;b.Pergantian udara dalam kandang.&lt;br /&gt;Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.&lt;br /&gt;c.Suhu udara dalam kandang.&lt;br /&gt;Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;     &lt;col span="2" width="82"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr height="26"&gt;       &lt;td height="26" width="82"&gt;Umur  (hari)&lt;/td&gt;       &lt;td width="82"&gt;Suhu ( 0C )&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;01 - 07&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;34 - 32&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;08 - 14&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;29 - 27&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;15 - 21&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;26 - 25&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;21 - 28&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;24 - 23&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;29 - 35&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;23 - 21&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi&lt;br /&gt;Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV. Tata Laksana Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.1 Perkembangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.&lt;br /&gt;Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.2. Pakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).&lt;br /&gt;- Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. -Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.&lt;br /&gt;- Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.&lt;br /&gt;- Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Contoh perhitungan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :&lt;br /&gt;Berat total ayam hasil panen =&lt;br /&gt;1000 x 2 = 2000 kg&lt;br /&gt;FCR = 3125 : 2000 = 1,6&lt;br /&gt;Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.3. Vaksinasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.4.  Teknis Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Minggu Pertama (hari ke-1-7).&lt;/strong&gt; Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen &lt;/strong&gt;air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-   Minggu  Kedua  (hari  ke  8 -14). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-    Minggu Ketiga (hari  ke  15-21).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-   Minggu Keempat (hari ke 22-28).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal&lt;br /&gt;mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Minggu Kelima (hari ke  29-35).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Minggu Keenam (hari ke-36-42).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.5. Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Tetelo (Newcastle Disease/ND)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Berak Kapur  (Pullorum).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.&lt;br /&gt;Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.&lt;br /&gt;Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan &lt;strong&gt;VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh&lt;br /&gt;3.  Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-8868288329477930628?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/8868288329477930628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=8868288329477930628' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/8868288329477930628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/8868288329477930628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/04/nuansa-bisnis-ayam-pedaging.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Potong/Pedaging'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LTFtTbIQoLc/RyS84TWmEsI/AAAAAAAAAF0/W-t6sCZGEpg/s72-c/BROILER.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-3123016123872084569</id><published>2008-03-12T10:28:00.020+07:00</published><updated>2008-05-08T15:54:13.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flora'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya jamur merang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jamur merang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis jamur merang'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Jamur Merang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;Jenis jamur merang ada dua, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jamur &lt;/span&gt;merang hitam, ciri-ciri warna hitam, kulit tipis (suhu 28-30º C)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;jamur merang putih, ciri-ciri warna putih bersih, kulit tebal (suhu 31-33º C).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Bahan baku yang diperlukan dibagi dua, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Bahan baku utama: jerami.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Bahan baku penolong: katul, kapur pertanian atau CaCO&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;3, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan CM atau kotoran ayam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Tahap pengolahannya adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengomposan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sidoarjokab.go.id/images/jamur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 178px; height: 129px;" src="http://www.sidoarjokab.go.id/images/jamur.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Bahan baku utama dibasahkan terlebih dahulu lalu campur bahan utama dengan bahan baku penolong yangtelah dicampur terlebih dahulu. Setelah tercampur merata, tumpuk dengan ukuran tinggi 1,2 m dan lebar 1,5 m lalu tutup dengan plastik kemudian didiamkan 2-3 hari. Setelah didiamkan, balik dan tambahkan air bila ada jerami yang masih kering di dalam tumpukan tadi lalu disusun kembali dan diamkan lagi 2-3 hari, begitu seterusnya samapai menjadi kompos yang baik. Untuk mendapatkan kompos yang baik memerlukan waktu ±10 hari. Kualitas kompos yang baik adalah lunak, warna coklat kehitaman, kadar air kompos 73-75% dan Ph kompos 8-8.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemasukan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Standar pemasukan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;ketebalan kompos 23-25 cm atau 60-70 kg/m&lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;rata tidak menggumpal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;kebersihan setelah pemasukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;lakukan pengabutan pada pinggir kompos yang kering&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;tutup rapat kumbung dan periksa kebocoran kumbung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasteurisasi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Setelah pemasukan, uap dimasukkan selama 5 jam temperatur udara dinaikkan secara bertahap hingga mencapai 57-58º C. Temperatur udara diturunkan hingga 48-50º C dan dipertahankan selama 8 jam, selanjutnya saluran uap ditutup atau dimatikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerbaran bibit&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Bersihkan lingkungan sekitar kumbung sebelum penebaran bibit. Setelah pateurisasi biarkan suhu kompos turun secara perlahan sampai suhu penebaran bibit antara 36-38º C. Satu kantong bibit dapat dipergunakan untuk ±1 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Setelah selesai menebarkan bibit bersihkan kembali ruang dalam kumbung. Kemudian tutup kembali pintu dan ventilasi dalam keadaan rapat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inkubasi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan miselium merata di permukaan dan dalam media tanam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Caranya adalah denganmenjaga ruangan tidak kering (pengabutan), kelembapan tetap tinggi (95%). Menjaga lantai dan dinding tetap basah. Suhu kompos dijaga kurang lebih 37º C dan udara kurang lebih 34º C. Ventilasi dan pintu dalam keadaan tertutup rapat. Pertumbuhan miselium membutuhkan waktu kurang lebih 5 hati/ selama 5 hari tidak perlu peniraman kompos, tetapi kelembaban tetap dijaga agar lantai dan dinding tetap basah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembentukan badan buah&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan miselium menjadi badan buah jamur yang merata dan bersamaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Perlakuan yang diperlukan adalah setelah 5 hari kemudian kompos disiram oleh ± 1½ liter air/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; dan diberi oksigen dengan cara membuka ventilasi sesuai dengan kebutuhan. Menjaga lantai dan dinding tetap basah, kelembapan tetap tinggi (95º C). Dengan kompos yang baik dan proses pasteurisasi yang sempurna pada hari ke 10-11 sudah dapat di panen. Hasil produksi yang normal dapat mencapai 3-4 kg/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. suhu optimal dalam masa panen suhu kompos ± 37º C dan udara 31º C.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemetikan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Tujuannya adalah untuk menghindari jamur menjadi mekar, layu, salah petik dan menjaga agar memetik jamur tepat pada waktunya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Caranya dengan memperhatikan apakan cup jamur belum tebruka. Pemetikan dari rak yang paling atas ke bawah. Hindari pemetikan ditarik tapi harus diputar. Jangan tergesa-gesa ketika memtiknya. Jaga ruangan dan kompos agar tidak kering, kelembapan tetap tinggi dan bersihkan sisa batang dan jamur yang membusuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul  style="margin-top: 0in;font-family:lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembongkaran&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Tujuannya adalah untuk membersihkan kumbung dari kompos yang telah selesai dipetik jamurnya untuk diganti kompos yang baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Perlakuannya adalah setelah kompos selesai dibongkar, bersihkan dan cuci rak, dinding dan lantai dalam kumbung serta lingkuangan luar kumbung. Perbaiki bila ada kerusakan kumbung. Setelah selesai kumbung dapat dipakai kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Penjelasan di atas merupakan penjelasan singkat mengenai penanaman jamur merang. Waktu yang diperlukan dalam menanam jamur merang ini hampir 3 bulan. tiap kumbung memiliki masa tanam yang berbeda. Misalnya kumbung A sedang panen dan tiap jamur juga tidak semuanya bermekaran dalam waktu yang bersamaan sehingga ketika ada yang panen, maka ada juga jamur yang masih menunggu panen. Dan ketika kumbung A panen, kumbung B sedang berada dalam tahap hampir panen, kumbung C berada dalam tahap setengah mau panen, dan seterusnya. Tiap kumbung seperti saling mengejar sehingga, seperti siklus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel : Meikha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-3123016123872084569?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/3123016123872084569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=3123016123872084569' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3123016123872084569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3123016123872084569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-jamur-merang.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Jamur Merang'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-4509076580723867530</id><published>2008-03-12T09:52:00.010+07:00</published><updated>2008-05-08T15:55:32.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flora'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis jamur kuping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jamur kuping'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Jamur Kuping</title><content type='html'>Perkembangan budidaya jamur kuping di Indonesia semakin pesat, sehingga saat ini budidaya jamur kuping sangat merebak di berbagai daerah. Hal ini dikarenakan jamur kuping merupakan jamur kosmopolitan atau dapat hidup dimana saja, mulai dari kawasan hutan pantai samapi dengan pegunungan tinggi dengan persyaratan tempatnya cukup lembab.&lt;br /&gt;&lt;p class="style3" align="justify"&gt;Disebut jamur kuping karena bentuk tubuh buahnya melebar seperti daun t&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.indonetwork.co.id/pdimage/52/s_502352_auricularia_auricula-judae2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 197px; height: 133px;" src="http://www.indonetwork.co.id/pdimage/52/s_502352_auricularia_auricula-judae2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;elinga manusia (kuping), dan dikenal juga ada empat jenis yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Auricularia auricula – Judae (tubuh buah lebar dan tebal).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Auricularia polytricha (tubuh buah kecil dan tebal).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Auricularia cornea (seperti Auricularia auricula).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Auricularia fuscosuccinea (seperti Auricularia polytricha) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                     &lt;p class="style3" align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa nama setempat/lokal jamur kuping yang sering didengar&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Indonesia : jamur kuping, supa lember (sunda), kuping lowo (Jawa), kuping       tikus, dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cina/Taiwan/Vietnam: mouleh, Yung-ngo, Muk-ngo, Mu-er , Mo -er.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jepang: Kikurage, Mokurage, Senji, Arage.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hongkong/Singapura: Mouleh, Jew's ear-fungi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amerika Serikat: Tree-ear, Jew's ear-fungi, Gelatinous fungi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                     &lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table style="width: 679px; height: 78px;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                                      &lt;td valign="top" width="64%"&gt;&lt;p class="style3" align="justify"&gt;Warna tubuh buah pada umumnya hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna coklat tua. Yang paling memiliki nilai bisnis yang tinggi adalah warna coklat pada bagian atas tubuh buah dan warna hitam pada bagian bawah tubuh buah, serta ukuran tubuh buah kecil&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;/div&gt;                     &lt;p class="style3" align="justify"&gt;Siklus hidup jamur kuping seperti halnya jamur tiram maupun shiitake meliputi; tubuh buah sudah tua menghasilkan spora yang berbentuk kecil, ringan dan berjumlah banyak. Selanjutnya spora tersebut jatuh pada tempat yang sesuai dengan persyaratan hisupnya seperti kayu mati atau bahan berselulosa dan dalam kondisi lembab, maka spora tersebut akan berkecambah membentuk miselia dengan tingkatan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;                       Miselai primer yang tumbuh terus membanyak dan meluas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Miselai sekunder yang membentuk primordial (penebalan miselia pada bagian permukaan miselia sekunder dengan diameter 0,1 cm).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari primordial akan tumbuh dan berbentuk kuncup tubuh buahpada tingkat      awal yang semakin lama semakin membesar (3-5 hari).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari primordia tersebut akan tumbuh tubuh buah jamur berbentuk melebar,      serta pada saat tua akan dipanen. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                     &lt;p class="style3" align="justify"&gt;Jamur kuping merupakan salah satu konsumsi jamur yang memiliki sifat saat dikeringkan lama, kemudian direndam dengan air dalam waktu relatif singkat akan kembali seperti bentuk dan ukuran segarnya. Jamur kuping telah dijadikan sebagai bahan berbagai masakan seperti Sayur kimlo, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan rasa yang lezat dan tekstur lunak yang terasa segar dan kering. &lt;/p&gt;                     &lt;p class="style3" align="justify"&gt;Agrobisnis jamur memiliki prospek cerah untuk dikembangkan ke skala agroindustri dikarenakan agroindustri ini tidak menggunakan lahan yang tidak terlalu luas, bahan baku untuk penanaman jamur dalam bentuk limbah seperti serbuk gergaji, bekatul, serpihan kayu, waktu tanam dari bibit hingga pemanenean sangat singkat, harga jual jamur tinggi, dan aspek nilia gizi tinggi untuk kesehatan dan pengobatan. Selain aman dikonsumsi, bersifat non kolesterol, dan berkhasiat sebagai obat dan penawar racun yang dihasilkan dari lendir jamur kuping. &lt;/p&gt;                     &lt;div style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;                      &lt;span class="style8"&gt;Budidaya Jamur Kuping&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                    &lt;p class="style3" align="justify"&gt;Budi daya jamur meliputi tahap proses pembuatan bibit dan proses produksi jamur. Budi daya jamur kuping dapat dilakukan dibatang-batang kayu dengan perlakuan tertentu agar tumbuh dengan baik. Perkembangan teknik budi daya jamur kuping dengan menggunakan serbuk kayu atau serbuk gergajian. Cara ini menguntungkan karena petani dapat menambahkan nutrisi kedalam media tanam sehingga pertumbuhan jamur menujadi optimal&lt;br /&gt;Setelah menuyeleksi jamur yang akan dibudidayakan, langkah budi daya dimulai dengan pembuatan bibit jamur pada media tanam. Tahap berikutnya adalah pemeliharaan jamur selama proses budi daya, panen jamur, penanganan paspapanen dan pemasaran. Agar hasilnya maksimal, setiap tahapan harus dilakukan dengan bnaik termasuk penyiapan media tanam . Untuk media tanam bisa digunakan batangatau serbuk kayu. &lt;/p&gt;                     &lt;div style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;                       &lt;span class="style8"&gt;Manfaat &amp;amp; Kandungan Jamur Kuping&lt;/span&gt;                    &lt;/div&gt;                    &lt;p class="style3" align="justify"&gt;Dari segi gastronomik ataupun organoleptik ( rasa, aroma dan penampilan), jamur kuping kurang menarik bila dihidangkan sebagai bahan makanan. Namun jamur kuping sudah dikenal dekat sebatai ahan makanan yang memiliki khasiat sebagai obat dan penawar racun.&lt;br /&gt;Lendir yang dihasilkan jamur kuping selama dimasak dapat menjadi pengental. Lendir jamur kuping dapat menonaktifkan atau menetralkan kolesterol. Jamur kuping dapat dibedakan berdasarkan bentuk, ketebalan, dan warnanya. Jamur kuping ang mempunyai bentuk tubuh buah kecil (sering disebut jamur kuping tikus) digemari oleh konsumen karena waranya lebih muda, dan rasanya sesuai dengan selera. Jamur kuping yang tubuh buahnya melebar (jamur kuping gajah) rasanya sedikit kenyal atau alot sehingga kurang disenangi karena harus diiris kecil-kecil bila akan dimasak. Jamur kuping selain untuk ramuan makanan juga unuk pengobatan. Untuk mengurangi panas dalam, mengurangi rasa sakit pada kulit akibat luka bakar.&lt;br /&gt;Kandungan nutrisi jamur kuping terdiri kadar air 89,1, protein 4,2, lemak 8,3, karbohidrat total 82,8, serat 19,8, abu 4,7 dan nilai energi 351. Jamur kuping dipanaskan, maka lendir yang dihasilkan oleh masyarakat dan tabib pengobatan memiliki khasiat:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penangkar / penon-aktif racun baik dalam bentuk racun nabati, racun residu    pestisida, bakhan sampai ke racun berbentuk logam berat. Hampir semua    ramuan masakan Cina, jamur kuping selalu ditambahkan untuk tujuan    menonaktifkan racun yang terbawa dalam makanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandungan senyawa dalam lendir jamur kuping, efektif untuk menghambat pertumbuhan carcinoma dan sarcoma (kanker) sampai 80 – 90%. Berfungsi juga    untuk antikoagulan bahkan menghambat penggumpalan darah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lendir jamur kuping dapat meghambat dan mencegah penggumpalan darah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                     &lt;p class="style3" align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat jamur kuping untuk pengobatan penyakit antara lain&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Darah tinggi/pembuluh darah mengeras akibat penggumpalan darah: 3 gram    jamur kuping kering, rendam semalam dan buang airnya hingga tinggal jamur    basah, tempatkan dalam rantang, tambahkan air bersih dikusus hingga lunak,    tambahkan gula batu secukupnya dimakan secukupnya sehari sekali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurang darah dengan memasak jamur kuping 30 gram, ditambah 30 gram buah    kurma, ditambah air bersih 5 gelas diminum dimasak sampai airnya tersisa 1    gelas. Hal diatas juga dapat diterapkan untk mengobati sakit wasir/ ambeian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Datang bulan tidak lancar dan memperlancar buang air besar. Jamur kuping    dimasak bersama bahan-bahan lain seperti sayuran. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                     &lt;p class="style4" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Masa Panen Jamur Kuping&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="style3" align="justify"&gt;Budidaya dengan log tanam asal serbuk gergajian kayu memerlukahnn waktu sekitar 3 bulan hingga panen, sementara dengan log tanam asal batang kau dapat lebih dari 5 bulan, tetapi hasil dari log kau cenderung digemari dengan harga lebih mahal. Masa panen untuk log tanam berbentuk ‘kantung lplastik' dapat mencapai  1 – 2 bulan terus menerus dengan intergval waktu 1 – 2 minggu hingga semua bagian dari log tanam ditumbuhi jamur. Sementara masa panen untuk log kayu umumnya lebih dari 4 bulan baru akan nampak, serta pertumbuhan ini akan terus menerus berlangsung sampai 3-4 bulan jika lingkungan log tanam dan tempatnya dipelihara diatur secara baik. &lt;/p&gt;                     &lt;p class="style3 style4" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aspek Pemasaran Jamur Kuping&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="style3" align="justify"&gt;Baik dalam keadaan segar (umumnya hasil panen dari alam) atau dalam keadaan kering (hasil budidaya) harga jamur kuping lebih mahal kalau dibandingkan dengan harga jamur lain seperti tiram maupun merang. Jenis jamur kuping yang paling banyak dijual dilingkungan toko boat cina atau shinshe yang memiliki bentuk kecil atau bertubuh buah tipis dalam keadaan kering, umumnya berasal dari Taiwan atau daratan Cina yang disebut Mouleh.&lt;br /&gt;Secara umum, pangsa pasar di dunia, jamur kuping menduduki tempat paling bawah disamping jamur kancing, jamur shiitake, jamur merang dan sebagainya. Di Pangsa pasar Asia, terutama di kawasan Cina, Hongkong, Singapura, Malaysia dan sebagainya dimana penduduk etnis Cina banyak berdiam, pangsa pasar jamur kuping sangat tinggi terutama dalam bentuk kering.&lt;br /&gt;Bahkan di Indonesia, dengan penduduk asal Cina cukup banyak, kebutuhan jamur kuping masih harus didatangkan dari RRC, Thailand , Vietnam dan sebagainya dalam bentuk kering. Serta yang masih segar, pada umumnya masih merupakan hasil alam pada permulaan musim hujan atau menjelang musim kemarau, karena pada musim tersebut, jamur kuping banyak didapatkan tumbuh pada batang kayu kering di hutan.&lt;/p&gt;&lt;p class="style3" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber artikel : Mahfud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-4509076580723867530?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/4509076580723867530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=4509076580723867530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4509076580723867530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4509076580723867530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-jamur-kuping.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Jamur Kuping'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-2681228136468708701</id><published>2008-03-12T09:45:00.007+07:00</published><updated>2008-05-08T15:56:42.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flora'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis jamur tiram'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya jamur tiram'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis jamur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jamur tiram'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Jamur Tiram</title><content type='html'>&lt;span class="arial8point-white"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus spp, yakni tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan tahanan memproduksi jamur tiramnya. Pada tahanan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan. Pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="arial8point-white"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://wb4.indo-work.com/pdimage/21/640221_jamur7v1.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 133px; height: 177px;" src="http://wb4.indo-work.com/pdimage/21/640221_jamur7v1.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;alumunium foil. Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Langkah terakhir panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="arial8point-white" style=""&gt;Sumber artikel : &lt;i&gt;Sinar Tani&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p align="right"&gt;&lt;span class="arial8point-white" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-2681228136468708701?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/2681228136468708701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=2681228136468708701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/2681228136468708701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/2681228136468708701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-jamur-tiram.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Jamur Tiram'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-5313492976587318958</id><published>2008-03-11T18:55:00.010+07:00</published><updated>2008-05-08T15:57:40.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belut konsumsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis belut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya belut'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Belut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Siang itu Juli 2006 di Batutulis, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, pancaran matahari terik membuat Ruslan Roy harus berteduh. Ia tetap awas melihat kesibukan pekerja yang memilah belut ke dalam 100 boks styrofoam. Itu baru 3,5 ton dari permintaan Hongkong yang mencapai 60 ton/hari, ujar Ruslan Roy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Alumnus Universitras Padjadjaran Bandung itu memang kelimpungan memenuhi permintaan belut dari eksportir. Selama ini ia hanya mengandalkan pasokan belut dari alam yang terbatas. Sampai kapan pun tidak bisa memenuhi permintaan, ujarnya. Sebab itu pula ia mulai merintis budi daya belut dengan menebar 40 kg bibit pada Juli 1989. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Roy-panggilan akrab Ruslan Roy-memperkirakan seminggu setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-61 RI semua &lt;i&gt;Monopterus albus&lt;/i&gt; yang dibudidayakan di kolam seluas 25 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; itu siap panen. Ukuran yang diminta eksportir untuk belut konsumsi sekitar 400 g/ekor. Bila waktu itu tiba, eksportir di Tangerang yang jauh-jauh hari menginden akan menampung seluruh hasil panen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Untuk mengejar ukuran konsumsi, peternak di Jakarta Selatan itu memberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah, potongan ikan laut, dan keong mas. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Dengan asumsi tingkat kematian 5-10% hingga berumur 9 bulan, Roy menghitung 4-5 bulan setelah menebar bibit, ia bakal memanen 400 kg belut. Dengan harga Rp40.000/kg, total pendapatan yang diraup Rp 16 juta. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp 2 juta, diperoleh laba bersih Rp 14 juta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Keuntungan itu akan semakin melambung karena pada saat yang sama Roy membuat 75 kolam di Rancamaya, Bogor, masing-masing berukuran sekitar 25 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; berkedalaman 1 m. Pantas suami Kastini itu berani melepas pekerjaannya sebagai konsultan keuangan di Jakarta Pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Perluas areal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Nun di Bandung, Ir R M Son Son Sundoro, lebih dahulu menikmati keuntungan hasil pembesaran belut. Itu setelah ia dan temannya sukses memasok ke beberapa negara. Sebut saja &lt;st1:city st="on"&gt;Hongkong&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Taiwan&lt;/st1:country-region&gt;, Cina, &lt;st1:city st="on"&gt;Jepang&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;, dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Menurut Son Son pasar belut mancanegara tidak terbatas. Oleh karena itu demi menjaga kontinuitas pasokan, ia dan eksportir membuat perjanjian di atas kertas bermaterai. Maksudnya agar importir mendapat jaminan pasokan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sejak 1998, alumnus Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, itu rutin menyetor 3 ton/hari ke eksportir. Itu dipenuhi dari 30 kolam berukuran 5 m x 5 m di Majalengka, Ciwidey, Rancaekek, dan 200 kolam plasma binaan di Jawa Barat. Ia mematok harga belut ke eksportir 4-5 &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;$, setara Rp 40.000-Rp 60.000/kg isi 10-15 ekor. Sementara harga di tingkat petani plasma Rp 20.000/kg.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Permintaan ekspor belut &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: 1.5pt outset ; background: green none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" border="1" cellpadding="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Negara Tujuan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Kebutuhan (ton/minggu)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;1.000&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Hongkong&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;350&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Cina&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;300&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;80&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Taiwan&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;20&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Korea&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;10&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;Singapura&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(212, 208, 200); padding: 1.5pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:white;"  &gt;5&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sumber: Drs Ruslan Roy, MM, Ir R. M. Son Son Sundoro, &lt;a href="http://www.eelstheband.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.eelstheband.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan telah diolah dari berbagai sumber.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Terhitung mulai Juli 2006, total pasokan meningkat drastis menjadi 50 ton per hari. Itu diperoleh setelah pria 39 tahun itu membuka kerja sama dengan para peternak di dalam dan luar Pulau Jawa. Awal 2006 ia membuka kolam pembesaran seluas 168 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; di Payakumbuh, Sumatera Barat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Di tempat lain, penggemar &lt;i&gt;travelling&lt;/i&gt; itu juga membuka 110 kolam jaring apung masing-masing seluas 21 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; di Waduk Cirata, Kabupaten Bandung. Total jenderal 1 juta bibit belut ditebar bertahap di jaring apung agar panen berlangsung kontinu setiap minggu. Dengan volume sebesar itu, ayah tiga putri itu memperkirakan keuntungan sebesar US$2.500 atau Rp 20.500.000 per hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Di Majalengka, Jawa Barat, Muhammad Ara Giwangkara juga menuai laba dari pembesaran belut. Sarjana filsafat dari IAIN Sunan Gunungjati, Bandung, itu akhir Desember 2005 membeli 400 kg bibit dari seorang plasma di Bandung seharga Rp 11,5 juta. Bibit-bibit itu kemudian dipelihara di 10 kolam bersekat asbes berukuran 5 m x 5 m. Berselang empat bulan, belut berukuran konsumsi, 35-40 cm, sudah bisa dipanen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Dengan persentase kematian dari burayak hingga siap panen 4%, Ara bisa menjual sekitar 3.000 kg belut. Karena bermitra, ia mendapat harga jual Rp12.500/kg. Setelah dikurangi ongkos perawatan dan operasional sebesar Rp 9 juta dan pembelian bibit baru sebesar Rp 11,5 juta, tabungan Ara bertambah Rp17 juta. Bagi Ara hasil itu sungguh luar biasa, sebab dengan pendapatan Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan, ia sudah bisa melebihi gaji pegawai negeri golongan IV.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Bibit meroket&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Gurihnya bisnis belut tidak hanya dirasakan peternak pembesar. Peternak pendeder yang memproduksi bibit berumur tiga bulan turut terciprat rezeki. Justru di situlah terbuka peluang mendapatkan laba relatif singkat. Apalagi kini harga bibit semakin meroket. Kalau dulu Rp 10.000/kg, sekarang rata-rata Rp 27.500/kg, tergantung kualitas, ujar Hj Komalasari, penyedia bibit di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menjual minimal 400-500 kg bibit/bulan sejak awal 1985 hingga sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Pendeder pun tak perlu takut mencari pasar. Mereka bisa memilih cara bermitra atau nonmitra. Keuntungan pendeder bermitra: memiliki jaminan pasar yang pasti dari penampung. Yang nonmitra, selain bebas menjual eceran, pun bisa menyetor ke penampung dengan harga jual lebih rendah 20-30% daripada bermitra. Toh, semua tetap menuai untung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sukses Son Son, Ruslan, Ara, dan Komalasari memproduksi dan memasarkan belut sekarang ini bak bumi dan langit dibandingkan delapan tahun lalu. Siapa yang berani menjamin kalau belut &lt;i&gt;booming&lt;/i&gt; gampang menjualnya, ujar Eka Budianta, pengamat agribisnis di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Menurut Eka, memang belut segar kini semakin dicari, bahkan harganya semakin melambung jika sudah masuk ke restoran. Untuk harga satu porsi &lt;i&gt;unagi&lt;/i&gt;-hidangan belut segar-di restoran Jepang yang cukup bergengsi di Jakarta Selatan mencapai Rp 250.000. Apalagi bila dibeli di &lt;st1:city st="on"&gt;Tokyo&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Osaka&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, maupun di restoran Jepang di kota-kota besar dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Dengan demikian boleh jadi banyak yang mengendus peluang bisnis belut yang kini pasarnya menganga lebar. Maklum pasokan belut-bibit maupun ukuran konsumsi-sangat minim, sedangkan permintaannya membludak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sumber artikel : (Hermansyah/Peliput: Lani Marliani)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-5313492976587318958?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/5313492976587318958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=5313492976587318958' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/5313492976587318958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/5313492976587318958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-belut.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Belut'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-8675892595564010658</id><published>2008-03-11T18:20:00.010+07:00</published><updated>2008-05-08T15:58:44.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengasinan telur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses telur asin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telur asin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis telur asin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara pembuatan telur asin'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Telur Asin</title><content type='html'>&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Cara mengasinkan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;telur bebek&lt;/span&gt; yang paling banyak digunakan adalah dengan merendam telur dalam larutan air garam atau membalut  dengan bahan pembalut yang dicampur garam. Kelemahan cara ini adalah waktu proses relatif lama, berbau media (jika menggunakan tanah), rasa asin kurang merata, dan kemasiran kuning kurang disukai konsumen. Membuat &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;telur asin&lt;/span&gt; ala pakar bebek &lt;strong&gt;Peni S Hardjosworo&lt;/strong&gt; bisa mempercepat proses dan menghasilkan telur yang lebih higienis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Hardjosworo MSc, dibantu staf pengajar Bagian Ilmu Produksi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; Ternak Unggas Fakultas Peternakan IPB, menggunakan alat &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;pengasin telur&lt;/span&gt; bertekanan untuk memproduksi telur asin. Berikut ini proses &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pembuatan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;telur asin&lt;/span&gt; dengan alat bertekanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membuat larutan garam&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Rebus air sampai mendidih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Haluskan 10 kg garam, tempatkan di ember besar untuk menampung 40 liter air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Tuangkan air mendidih ke dalam ember yang berisi garam, lalu aduk sampai semua garam larut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Saring larutan air garam. Sebaiknya gunakan kain tipis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; agar semua kotoran tertahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Diamkan larutan garam tersebut sampai benar-benar dingin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;    &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Menyiapkan telur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya, kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian kelompok yang sangat kotor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau ampelas nomor O. Telur yang kotor dan sangat kotor ditempatkan di wadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air deterjen&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Normal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Normal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://myvalentine.blogs.friendster.com/my_valentine/images/83.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 185px; height: 138px;" src="http://myvalentine.blogs.friendster.com/my_valentine/images/83.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; hangat selama dua menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;   &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Penggaraman dalam larutan garam dengan tekanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Tempatkan telur dalam wadah bertekanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Masukkan air garam ke dalam wadah yang telah bersisi telur dan tutupi bagian atas telur dengan pemberat. Tutup wadah telur dengan rapat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Atur tekanan dengan kompressor sampai tekanan mencapai 0,75-1,0 Psi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Biarkan telur dalam wadah sampai derajat keasinan yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;    &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pemanenan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Keluarkan telur dari perendaman (setelah selama 7-9 hari untuk konsumen yang suka telur tidak terlalu asin atau setelah selama 14 hari untuk konsumen yang menyukai rasa asin).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Teropong telur satu per satu. Pisahkan telur-telur yang kerabangnya retak atau isi telurnya memperlihatkan tanda-tanda kebusukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Simpan telur di tempat yang dingin atau langsung direbus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="Normal"  style="font-size:100%;"&gt;   &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Artikel Source : Aris Solikhah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-8675892595564010658?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/8675892595564010658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=8675892595564010658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/8675892595564010658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/8675892595564010658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-telur-asin.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Telur Asin'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-4893276131591461670</id><published>2008-03-10T10:07:00.009+07:00</published><updated>2008-05-08T16:00:13.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis telur ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telur ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya ayam petelur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ayam petelur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara perawatan ayam petelur'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Petelur</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pengelolaan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ayam petelur&lt;/span&gt; yang baik adalah sangat penting untuk mempeoleh tingkat produksi telur yang tinggi. Apabila &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ayam petelur&lt;/span&gt; dipupuk sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan, maka mereka harus tumbuh berkesinambungan sepanjang masa perkembangannya. Pedoman berikut ini dapat membantu dalam mensukseskan proses pertumbuhan dan perkembangan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ayam petelur&lt;/span&gt; selama masa pertumbuhannya:&lt;/p&gt;    &lt;ul&gt;&lt;li&gt; RUANGAN – Untuk setiap 100 &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ayam petelur&lt;/span&gt; harus memiliki ruang antara 25 m2 sampai 100 m2. Sediakan 0,2 sampai 0,3 m2 per ayam apabila dibiarkan tumbuh di luar kandang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; MAKANAN – Sediakan pakan penumbuh (growing mash) yang baik di depan ayam sepanjang waktu. Pakan yang komplit dari pabrik biasanya telah mengandung semua nutrisi yang diperlukan. Pengoplosan pakan dengan menambahkan pakan dari luar (misalnya jagung) dapat menyebabkan terjadinya ketidak-seimbangan yang pada&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://jakarta.indonetwork.co.id/pdimage/96/s_642996_telurayamras.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 220px; height: 171px;" src="http://jakarta.indonetwork.co.id/pdimage/96/s_642996_telurayamras.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; akhirnya hasil yang diperoleh akan mengecewakan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; AIR – Pada masa pertumbuhannya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ayam petelur&lt;/span&gt; akan banyak minum dan membutuhkan banyak air untuk menjaga pertumbuhan yang normal. Air harus tetap segar dan dingin.Air mancur dijaga agar senantiasa dalam keadaan yang baik dan selalu dibersihkan setiap hari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; PENEDUH – Pada musim panas, ayam petelur akan merasa lebih nyaman apabila diberi tempat meneduh.    &lt;/li&gt;&lt;li&gt; PISAHKAN&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;AYAM PETELUR&lt;/span&gt; MUDA DARI YANG LEBIH TUA – Ini akan menolong mengurangi kemungkinan menyebarnya penyakit dari induk ayam yang lebih tua ke yang lebih muda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; TEMPAT BERTEDUH – Sediakan satu tempat berteduh yang berukuran 3 x 4 meter untuk tiap 100 sampai 125 &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ayam petelur&lt;/span&gt;.    &lt;/li&gt;&lt;li&gt; PENCEGAHAN PARASIT – &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ayam petelur&lt;/span&gt; dapat terkena penyakit cacing. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, terdapat sejumlah obat yang dapat dipergunakan untuk mencegah parasit pada ayam yang datangnya dari dalam. Dengan pengelolaan dan sanitasi yang baik dapat membantu mengurangi terjangkitnya parasit. Periksalah beberapa ayam petelur dari waktu ke waktu untuk parasit yang datangnya dari luar seperti kutu ayam. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; LINDUNGI DARI MUSUHNYA – Yakinkan bahwa binatang pemangsa tidak dapat memasuki bangunan tempat ayam tidur di malam hari.     &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;Saat ayam petelur sedang tumbuh adalah saat yang paling baik untuk membentuk berat tubuhnya yang baik, kuat dan penuh vitalitas. Saat yang paling kritis selama hidupnya ayam petelur adalah selama masa pertumbuhannya. Apabila Anda menginginkan ayam yang memberikan keuntungan, maka perhatikan bahwa mereka berkembang dengan baik selama masa pertumbuhannya.&lt;/p&gt;Sumber artikel : http://www.peternakan.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-4893276131591461670?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/4893276131591461670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=4893276131591461670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4893276131591461670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4893276131591461670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-ayam-petelur.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Ayam Petelur'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-2629648326961099529</id><published>2008-03-09T21:00:00.007+07:00</published><updated>2008-06-13T08:07:04.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kain perca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemanfaatan kain perca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis kain perca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manfaat kain perca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perca'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Kain Perca</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Kain perca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; sering kali kita buang percuma. mungkin paling banter cuma bisa kita gunakan sebagai &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain lap&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Tapi sebenarnya kalau kita tahu pemanfaatannya,kita bisa menggunakan untuk banyak hal yang mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi dari pada sekedar menjadi alat pembersih seperti :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjadi bahan pengisi badan boneka,sofa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Digiling halus untuk bahan pengisi bantal atau guling&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dijahit menjadi rangkaian  keset&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dibentuk menjadi tas,dompet,sandal ataupun sepatu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diserut untuk dijadikan benang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan masih banyak lagi yang lainnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K2GgecfWtJE/R7Xseq3_B6I/AAAAAAAAABs/4uVlFLrGZWo/s1600-h/perca.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_K2GgecfWtJE/R7Xseq3_B6I/AAAAAAAAABs/4uVlFLrGZWo/s320/perca.jpg" align="left" border="1" height="164" hspace="15" vspace="15" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;Memang dalam jumlah sedikit &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;perca kain&lt;/span&gt; kurang begitu banyak diminati. Tapi dalam jumlah yang banyak akan menjadi perhitungan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;b&gt;bisnis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; bernilai ekonomis yang lain lagi.&lt;br /&gt;Sebagai pasokan bahan produksi untuk pembuatan seperti sebagai bahan pengisi sofa,boneka ataupun dibentuk menjadi benda lain seperti dompet,keset,sandal dan yang lainnya,tentu pasokan dalam jumlah yang banyak dan kontinyuitas pasokan sangatlah dibutuhkan. Dan sudah barang tentu tidak mudah mendapatkannya selain dari pengepul besar atau pabrik konveksi yang besar.&lt;br /&gt;Inilah yang akan menjadi peluang besar yang menjanjikan keuntungan kalau kita memiliki sumber pasokan &lt;a href="http://www.bandung.go.id/index.php?fa=berita.detail&amp;amp;id=159"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;perca kain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang berlimpah.&lt;br /&gt;Jenis &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;kain perca&lt;/span&gt; yang ada di pasaran tingkat pengepul biasa bercampur antara jenis kain yang satu dengan yang lainnya. tinggi rendahnya harga tergantung besarnya kecilnya pasokan kain perca dengan kebutuhan tiap industri yang menpunyai permintaan jenis-jenis &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain perca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang sesuai untuk produk yang dibuat.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan warna. Putih adalah warna yang mempunyai nilai jual paling tinggi. Sedangkan warna gelap umumnya mempunyai nilai jual yang lebih rendah.&lt;br /&gt;namun bagaimanapun juga membidik pasar yang cocok dengan pasokan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain&lt;/span&gt; yang kita miliki akan menempatkan nilai harga jual barang lebih tinggi. dari pada asal menjual pada industri yang tidak memperhatikan jenis &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain&lt;/span&gt;,karena produk yang dihasilkan tingi memiliki kriteria jenis kain tertentu sepeti pada industri pembuat boneka,pembuat sofa ataupun petani buah yang biasa memanfaatkan sebagai sekat antara buah-buahan agar tidak rusak karena benturan saat pengangkutan.&lt;br /&gt;Banyak jenis kain yang biasa ada dipasaran seperti kain kaos dari jenis katun,poleyster dan sebagainya. ada lagi yang berasal dari bahan TC,jeans dan yang masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;Bila anda memiliki source kain perca dari jenis apapun,tidak menutup kemungkinan akan memerikan peluang untuk anda yang ingin merasakan manisnya bisnis &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain perca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ini. Kamipun yang telah berkecimpung dalam bisnis ini sangat senang bila mendapatkan penawaran terbaik dari semua jenis kain di wilayah Jawa Timur.&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain perca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bisa dibilang sangat besar sekali. Karenanya bila anda memiliki source &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain perca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ini dalam jumlah besar,tidak ada salahnya anda mencoba ber&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dengan kami. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan bila anda justru membutuhkan &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain perca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sebagai bahan produksi,maka jangan sungkan untuk melakukan order pada kami.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Achmad Yusuf Telp : 031-70383759 / 031-5490164&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;harga pasaran yang naik turun membuat harga kain perca selalu menyesuaikan hukum pasar yaitu dimana bila stok berlimpah sedangkan permintaan terbatas maka harga kain perca mengalami penurunan. Tapi bila sebaliknya maka harga kain akan melambung.&lt;br /&gt;disinilah dituntut pengamatan pasar yang baik dari setiap pelaku &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Tentu tidak hanya membeli &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kain perca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari pemasok seperti anda. tetapi kamipun bisa melayani permintaan kain perca dengan harga yang wajar dan saling menguntungkan.&lt;br /&gt;Tertarik mencoba ber&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kain perca&lt;/span&gt;? Hubungi kami di telepon tersebut di atas.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-2629648326961099529?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/2629648326961099529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=2629648326961099529' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/2629648326961099529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/2629648326961099529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-kain-perca_09.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Kain Perca'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K2GgecfWtJE/R7Xseq3_B6I/AAAAAAAAABs/4uVlFLrGZWo/s72-c/perca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-4585580694298163148</id><published>2008-03-09T20:59:00.006+07:00</published><updated>2008-05-08T16:02:42.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Plastik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daur ulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gelas aqua bekas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gelas aqua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plastik daur ulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengolahan gelas aqua bekas'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Gelas Aqua Bekas</title><content type='html'>Gelas minuman mineral atau biasa dengan sebutan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;gelas aqua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; yang satu ini tak kalah menggiurkan nilai jualnya. Plastik berjenis PP ini tergolong super untuk ukuran plastik recicle-an. Asal tahu perawatan dalam pemisahannya kualitas yang di hasilkan sangat tinggi. Tak ayal membuat harga jual menjadi cukup tinggi.  &lt;p align="justify"&gt;Proses pemisahan tutupnya yang umunya berwarna dengan cara dikerik atau diseset membuat nilai jual makin tinggi dan sangat di minati pasar.&lt;br /&gt;Harga bahan plastik PP orisinil yang tinggi beredar dipasaran umumnya akan mengalihkan pilihan konsumen industri untuk melirik hasil pilahan &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;bekas gelas aqua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Disamping murah dan layak cetak sebagai b&lt;img src="http://gelasplastik.indonetwork.co.id/pdimage/64/438764_cup1.jpg" alt="gelas aqua bekas" align="right" border="1" height="116" hspace="10" vspace="10" width="193" /&gt;ahan campuran bahan orisinil ataukah bahan recicle (&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;daur ulang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;) lainnya maupun sebagai full bahan cetak langsung tanpa dicampur bahan lain mengingat mutu rata-ratanya sangat bagus. Namun tentu saja kalau proses pemilahan dan perawatannya bagus.&lt;br /&gt;Bahan PP (Poly Propeline) banyak sekali digunakan untuk pembuatan alat-alat rumah tangga seperti tempat sabun,kastok (gantungan baju),baskom,gelas,gayung,timba dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;Tips pemilihan produk plastik seperti contoh produk-produk diatas adalah Pilihlah warna yang cerah dan bersih dari bintik-bintik. Warna gelap terlebih lagi warna hitam biasanya kandungan bahan gread yang rendah mempunyai prosentase lebih banyak didalam pencampuran bahan pembuat produk. Akibatnya tentu saja keawetan produk menjadi taruhan.&lt;br /&gt;Meskipun terlihat murah harga pada produk-produk tertentu,namun bisa menjadi mahal bila disebabkan barang cepat rusak dan kita harus membeli yang baru.&lt;br /&gt;Mungkin diantara anda berminat ingin bertukar informasi seputar bahan plastik bekas &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;gelas aqua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ini,baik cara mendapatkan pasokan bahan ataupun ingin melakukan transaksi penjualan bisa menghuhungi saya :&lt;br /&gt;Achmad Yusuf Telp : 031-70383759 / 031-5490164&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-4585580694298163148?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/4585580694298163148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=4585580694298163148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4585580694298163148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4585580694298163148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-gelas-aqua-bekas.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Gelas Aqua Bekas'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-3504972696946913133</id><published>2008-03-09T20:46:00.007+07:00</published><updated>2008-05-21T18:26:05.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daur ulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis botol aqua bekas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='botol bekas aqua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='botol aqua bekas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plastik daur ulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='botol plastik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Botol Aqua Bekas</title><content type='html'>Botol minuman mineral yang terbuang jumlahnya cukup fantastic di kota-kota besar. Ini tidak lain karena besarnya konsumsi minuman air mineral yang cukup tinggi. dampak lainya sudah barang tentu sampah bekas minuman air mineral itu juga menjadi banyak. &lt;div align="justify"&gt;Tetapi untungnya sudah banyak pula yang bisa melihat peluang emas dari botol bening atau berwarna itu. Mulai ada yang memanfaatkan untuk hiasan atau ornamen di pagar,tiang,tembok,hiasan gantung,menjadi tempat pensil,bumbu dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun ada pula yang mengolahnya kembali menjadi bahan plastik recicle yang mempunyai nilai ekonomis yang tak kalah bagus.&lt;br /&gt;Pada umumnya jenis bahan bekas botol minuman air mineral atau isotonik yang lainnya terbuat dari jenis PET. Ada juga yang terbuat dari bahan plastik PP,PVC ataupun yang lainnya dengan sebutan plastik bodongan atau bodong. ciri bodongan bisa dilihat dari garis tipis yang tampak dibagian tengah botol yang menunjukan bahwa bahan bekas botol tersebut di buat dengan menggunakan mesin blowing.&lt;br /&gt;Pemisahan jenis yang sama di dalam penjualan sangat penting sekali untuk mendongkrak harga jual dipasaran. Begitu pula tingkat kebersihan botol.&lt;br /&gt;Pemisahan bisa dilakukan dengan cara : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan warna&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan tingkat kebersihan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jenis bahan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;serta pemisahan dari bahan yang tak sejenis seperti pada bagian tutup botol dan kulit packagingnya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Jangkauan pasar bahan jenis bodong ini sangatlah luas sehingga biasanya jumlah berapapun yang bisa kita kumpulkan 100% akan terserap oleh pasar. Termasuk bahan tutup dan plastik packagingnya sendiri.&lt;br /&gt;Bila mungkin anda termasuk orang yang mempunyai minat yang sama dalam bidang ini tidak ada salahnya kita bisa menjajaki kerja sama sebagai supplier ataupun sebagai Buyer. Call me :&lt;br /&gt;Achmad Yusuf Telp : 031-70383759 / 031-5490164&lt;br /&gt;Waiting Your good respon.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-3504972696946913133?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/3504972696946913133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=3504972696946913133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3504972696946913133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/3504972696946913133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-botol-aqua-bekas.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Botol Aqua Bekas'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-8306431129490701354</id><published>2008-03-09T20:45:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T16:04:46.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kain poles'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daur ulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='limbah kain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis kain poles'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kain sisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbah'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Kain Poles</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kain jeans yang sudah terpotong banyak sekali pemanfaatannya,seperti topi,tas,dompet,sandal,dan aksoseris lainnya termasuk yang satu ini.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kain poles. Ya, kain poles yang terbuat dari bahan kain jeans ini mempunyai kelebihan dibanding dengan jenis kain yang lain yaitu lebih kuat. Kain poles banyak digunakan di industri maupun bengkel-bengkel se&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bagai media pemoles benda-benda metal ataupun yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;adapun cara pem&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fPl5-_R7iUg/R720EwgC3hI/AAAAAAAAADQ/CKmCkbrinEk/s1600-h/Poles.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_fPl5-_R7iUg/R720EwgC3hI/AAAAAAAAADQ/CKmCkbrinEk/s320/Poles.jpg" align="left" border="1" height="196" hspace="15" vspace="15" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;buatannya cukup mudah yaitu dengan cara menjahit potongan-potongan kecil untuk menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lembaran yang cukup lebar sesuai ukuran kain poles yang dikehendaki. Setelah itu barulah dip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;otong dengan menggunakan mal untuk menyamakan semua ukuran. Potongan lembara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;n yang s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dah berbentuk lingkaran dijahit menjadi tumpukan berlapis hingga tebal sekitar satu centimeter atau sesuai pesanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berikut ini bebe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;rapa contoh bentuk kain poles yang sudah jadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ukuran-ukuran kain po&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;les yang banyak dipasaran umumnya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diameter 10 cm &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp 1.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diameter 12 cm &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rp 1.250,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diameter 15 cm R&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;p 1.500,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diameter 22 cm Rp 2.250,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diameter 25 cm Rp 3.250,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Note : Harga tersebut tidak termasuk biaya pengiriman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anda berminat untuk melakukan pembelian partai bisa mendapatkan harga khusus serta dapat juga melayani permintaan khusus. Untuk itu anda bisa menghubungi contact person di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Achmad Yusuf Telp : 031-70383759 / 031-5490164&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-8306431129490701354?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/8306431129490701354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=8306431129490701354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/8306431129490701354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/8306431129490701354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-kain-poles.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Kain Poles'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fPl5-_R7iUg/R720EwgC3hI/AAAAAAAAADQ/CKmCkbrinEk/s72-c/Poles.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-4805166014984106220</id><published>2008-03-09T20:44:00.006+07:00</published><updated>2008-05-08T16:06:15.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggrek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya anggrek bulan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya anggrek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesona anggrek bulan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis anggrek bulan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Floraanggrek bulan'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Anggrek Bulan</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Anggrek bulan ditemukan diabad ke-17. sedangkan di Indonesia ditemukannya pertama kali oleh seseorang yang bernama rumphius di daerah Ambon pada tahun 1950 yang akhirnya anggrek itu diberi nama &lt;i&gt;Epidendrum Albummajus&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kemudian pada tahun 1753,Linnaeus memberikan nama &lt;i&gt;Epidendrum Amabila&lt;/i&gt; pada spesies anggrek bulan di Nusa Kambangan,yang setelah itu diberi nama dengan &lt;i&gt;Phalaenopsis Amabilis. &lt;/i&gt;Sejak itu hingga sekarang anggrek bulan dikategorikan dalam genus Phalaenopsis.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berikut kedudukan tanaman anggrek bulan dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklsifikasikan di bawah ini :&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kingdom    &lt;span&gt;          &lt;/span&gt;: Plantae     (tumbuh-tumbuhan)&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Phalaenopsis_amabilis_Orchi_03.jpg/215px-Phalaenopsis_amabilis_Orchi_03.jpg" alt="anggrek bulan" align="right" border="1" height="151" hspace="10" vspace="10" width="200" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Divisi&lt;span&gt;                                &lt;/span&gt;: Spermatophyta     (tumbuhan berbiji)&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Subdivisi : Angiospermae     (berbiji tertutup)&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kelas          &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;      : Monocotyledonae     (biji berkeping satu)&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ordo&lt;span&gt;                                  &lt;/span&gt;: Orchidales&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Famili&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;     : Orchidaceae&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Genus&lt;span&gt;               &lt;/span&gt;              : Phalaenopsis&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Spesies&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;       : Phalaenopsis amabilis JJS;Phal. Javanica ;Phal amboinensis JJS,dll.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ragam bentuk bunga,susunan dan warnanya sangat memikat hati. Tak terkecuali para kaum hawa kalau sudah kesensem bunga yang satu ini ratusan ribu rupiah harganya bukan persoalan demi mendapatkan kecantikannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di bawah ini beberapa jenis atau spesies anggrek bulan yang banyak dijumpai :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      amabilis (L)     (ditemukan      di daerah sulawesi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Phalaenopsis      cornu-cervi&lt;span&gt;                                    &lt;/span&gt;(ditemukan      di daerah jawa)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      gigantean JJS&lt;span&gt;                         &lt;/span&gt;(ditemukan      di daerah kalimantan)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      frimbiata&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;(ditemukan di      daerah Sumatra)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      kunstleri&lt;span&gt;                                                 &lt;/span&gt;(ditemukan      di daerah burma)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      corningiana&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;(ditemukan      di daerah Serawak)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      amboinensis&lt;span&gt;                               &lt;/span&gt;(ditemukan      di daerah Ambon)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      viridis&lt;span&gt;                                (&lt;/span&gt;ditemukan      di daerah Sumatra)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      celebensis&lt;span&gt;                                         &lt;/span&gt;(ditemukan      di daerah sulawesi)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Phalaenopsis      sumatrana&lt;span&gt;                                       &lt;/span&gt;(ditemukan      di daerah Sumatra)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan masih banyak lagi yang lainnya. Tetapi yang jelas tiap jenis atau spesies anggrek mempunyai daya tarik sendiri-sendiri. Karenanya pesona anggrek takkan pernah surut mengingat varian-varian baru hasil silangan banyak ragamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di dalam pemeliharaannya anggrek ini sebenarnya sangat simpel sekali. Yang perlu diperhatikan pertama kali bila menginginkan pesona anggrek bisa kita nikmati adalah media tumbuhnya harus mempunyai beberapa sifat seperti :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tidak      lekas lapuk&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;mampu      mengikat air dan hara secara baik&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;tidak      menjadi sumber penyakit&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;mempunyai      aerasi yang baik&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;dapat      menjadi media bagi akat untuk melekat (menempel)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;melihat karekteristik media yang disyaratkan tampaknya kulit batang pakis, sabut kelapa,pecahan arang,pecahan genteng yang paling mudah memenuhi syarat disamping tidak sulit menemukannya di sekitar tempat tinggal kita atau di toko-toko bunga.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Memulai pemeliharaan tanaman anggrek bisa dimulai dari dewasa yang tinggal melakukan perawatan untuk memunculkan pesona bunganya. Atau kalau mau lebih menantang lagi dan lebih bisa menjadikan pemahaman tentang anggrek secara&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lebih luas bisa dengan membeli bibit dalam botol.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sehingga nantinya kita mengamati pertumbuhannya dari waktu ke waktu,karakternya sehingga akan membanggakan sekali bila kita berhasil membudidayakannya sendiri apalagi sampai kita bisa menyilangkan sendiri hingga menghasilkan varian baru dan memberi nama anggrek itu sesuai keinginan kita sendiri wooouuh.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bibit dalam botol bisa didapatkan di pasar bunga. Tinggal pilih jenis dan warna yang diinginkan. Terkadang penjual mempunyai contoh anggrek ukuran dewasanya sehingga kita tahu nantinya anggrek yang kita beli dari bibit bentuk dan warnanya seperti apa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Harga perbotol berkisar Rp 10.000,- s/d 40.000,-.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kalau membeli bibit dalam botol hendaknya memilih tunas yang sudah besar dan isinya penuh. Itu bisa dibantu melihat tanggal persemaiannya yang tertulis di sisi botol. Itupun kalau pedagangnya jujur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi jangan khawatir besar-kecilnya tunas dan lebatnya sudah bisa menjadi ukuran untuk kita menentukan pilihan.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-4805166014984106220?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/4805166014984106220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=4805166014984106220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4805166014984106220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4805166014984106220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-anggrek-bulan.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Anggrek Bulan'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-765404067208918508</id><published>2008-03-09T20:43:00.012+07:00</published><updated>2008-05-08T16:08:38.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis burung puyuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='burung puyuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya puyuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis puyuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Burung Puyuh</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Burung penghasil telur yang dikenal dengan nama puyuh ternyata mempunyai nilai ekonomis yang tinggi,karena harga telurnya yang mengalahkan harga telur yang dihasilkan saudaranya &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;sesama &lt;/span&gt;bangsa burung yaitu ayam, itik atau yang lainnya dalam hitungan perkilo.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pemeliharaannya sangat mudah,disamping luas lahan yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan dengan unggas lain dalam jumlah yang sama. Sehingga diternak dalam skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; kecil atau &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sampinganpun juga mudah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang perlu diperhatikan dalam pemeliharahaan puyuh ini adalah meliputi :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kandang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pakan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cara perawatan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perkandangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Meskipun mudah dalam perawatannya,burung petelur ini mempunyai kelemahan yaitu tidak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tahan kebisingan dan perubahan lingkungan yang dramatis. Kalau untuk pemeliharaan skala kecil mungkin tidak masalah,tapi jika sudah menyangkut skala &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;b&gt;bisnis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; besar maka lokasi kandang haruslah diperhatikan dengan faktor di atas. Sebab jikalau dalam kondisi stress bukan tidak mungkin burung ini ngadat bertelur.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa system kandang yang bisa digunakan sebagai pilihan seperti berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;System litter&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Untuk system yang satu ini memang masih jarang digunakan oleh peternak di Indonesia. Biasanya system ini dipakai di negara yang mempunyai banyak musim. Media kandang yang digunakan pada system litter adalah 80% sekam padi (bisa giganti dengan serbuk gergaji),15% kotoran sapi kering dan 5% kapur mati.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kelebihan dengan media ini adalah tidak perlu terlalu sering untuk membersihkan kadang sehingga akan menghemat waktu dan tenaga serta menjadi sumber vitamin B-12 bagi burung puyuh sekaligus memberi rasa hangat pada musim hujan atau mussim dingin.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Disamping itu kesehatan kaki burung akan terjaga karena media tempat berpijak tidak keras. Begitu juga kotoran yang dikeluarkan burung akan diserap oleh media litter. Dan yang paling penting bisa memneri kesibukan puyuh untk mengais-ngais sehingga akan mengurangi sifat kanibalisme puyuh dalam patuk-mematuk sesamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kelemahannya adalah alas penampung litter tentunya harus dari bahan yang kuat dan tiidak bocor sehingga dari sisi biaya bahan kandang dan penyiapan media agak sedikit besar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;System sangkar/baterei&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah system ini adalah yang paling banyak digunakan oleh peternak di Indonesia,karena selain biaya murah,tidak perlu menyiapkan media alas kandang bagi puyuh. Dengan pemberian penampung kotoran burung (dopping board) hanya perlu sedikit rajin untuk membersihkannya tiap hari. Sebab jika tidak akan menimbulkan bau dari kotoran ternakyang berakibat mengganggu kesehatan lingkungan termasuk ternak itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; Pada waktu menentukan kandang yang sesuai dengan keinginan kita yang perlu juga harus diperhatikan adalah penentuan skala jumlah ternak dengan luas lahan yang dibutuhkan supaya ideal dalam pemeliharaan atau perawatan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ternak terbagi menjadi 4 macam yaitu :&lt;img src="http://www.jphpk.gov.my/English/Brown_Pharoah_Quail.jpg" alt="burung puyuh" align="right" border="1" height="118" hspace="10" vspace="10" width="150" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;rumah tangga dengan jumlah ternak max 250 ekor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;kecil dengan jumlah ternak antara 250 s/d 2400 ekor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;sedang dengan jumlah ternak antara 2400 s/d 8000 ekor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Skala &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;besar dengan jumlah ternak lebih dari 8000 ekor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari keempat skala tersebut,skala sedang adan besar membutuhkan perencanaan yang cermat karena sudah mengarah pada orientasi komersil.Untuk itu lokasi harus betul-betul dilakukan studi yang cermat.&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selain itu adalah memperhatikan tingkat kepadatan. Ideal setiap meter hanya diisi dengan 90 – 100 anak puyuh, 60 ekor untuk puyuh tanggung (umur 10 hari) dan 40 ekor untuk ukuran puyuh dewasa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kalau tingkat kepadatan ideal diketahui maka tidaklah sulit untuk membuat rencana berapa ekor jumlah puyuh dan lahan yang kita butuhkan untuk memulai usaha puyuh ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Faktor penting lainnya dalam kesuksesan pakan adalah pemberian pakan terhadap ternak. Itulah mengapa 80% yang dikeluarkan peternak adalah untuk pakan. Bila terjadi kesalahan atau tidak kedisiplinan dalam pemberian pakan maka bukan untung yang didapat justru buntung yang akan ditemui.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Zat pakan yang terpenuhi pada burung puyuh adalah terpenuhinya unsur :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Protein&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Karbohidrat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lemak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Vitamin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mineral&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian halnya dengan obat-obatan bila burung mengalami sakit. Di pasaran pakan siap pakai (poor) sangat banyak dijual.&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Cara perawatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Siklus hidup puyuh sangat pendek meskipun produksi telur bisa mencapai 250 – 300 butir pertahun dengan bobot rata-rata 10 – 15 gram perbutir. Karena itu patut dicermati adalah pemberian pakan yang tepat sehingga memenuhi kebutuhan puyuh yang dampaknya akan terjadi pada pertumbuhan dan telur yang maksimal.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikut ini ransum yang diberikan berdasarkan umur unggas perekor :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Umur puyuh&lt;span&gt;                                                   &lt;/span&gt;Jumlah ransum dlm gram&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 hari – 1 minggu&lt;span&gt;                                                             &lt;/span&gt;2&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;1 minggu – 2 minggu&lt;span&gt;                                                     &lt;/span&gt;4&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;2 minggu – 4 minggu&lt;span&gt;                                                    &lt;/span&gt;8&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;4 minggu – 5 minggu&lt;span&gt;                                                   &lt;/span&gt;13&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;5 minggu – 6 minggu&lt;span&gt;                                                   &lt;/span&gt;15&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Diatas 6 minggu&lt;span&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;17 – 19&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Untuk pemberian dengan pakan jadi adalah tidak mutlak. Bagi peternak yang kreatif mereka bisa memberikan pakan olahan sendiri dengan mengacuh pada teknolgi pengolahan pakan ternak yang banyak dikembangankan saat ini. Dan hasilnyapun tidak kalah dengan produksi dari prabik.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Disamping produksi telur adalah target utama peternak yang tak kalah penting adalah distribusi telur yang jitu ke pasar atau konsumen menjadikan keuntungan peternak semakin berlipat. Termasuk mensiasati turun-naiknya harga telur dan pakan. Di sinilah seni beternak si burung puyuh ini. Berniat mencoba &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ini…?&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-765404067208918508?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/765404067208918508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=765404067208918508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/765404067208918508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/765404067208918508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-burung-puyuh.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Burung Puyuh'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-4783495460523254029</id><published>2008-03-09T20:43:00.011+07:00</published><updated>2008-05-08T16:07:32.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya ikan lele'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ikan koi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya ikan mas koi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikan koi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis ikan mas koi'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Ikan Mas Koi</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Kecantikan warna dan bentuk koi memang membuat setiap orang gemes. Corak warnanya yang beragam dan pasti berbeda satu dengan yang lainnya menjadi keistimewaan ikan koi tak terbatas. Bagi penggila jenis ikan ini uang ratusan ribu bahkan sampai ratusan juta rupiah menjadi hal yang dikesampingkan bilamana patron warna yang unik dan indahnya telah melekat di hati sang penghobi ikan samurai.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;koi diklaim oleh jepang sebagai&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hasil budayanya. Meskipun menurut sejarah bahwa orang cinalah yang terlebih dahulu menernakkan ikan jenis ini walaupun hanya sebagai lauk sejak tahun 1300-an.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di jepang sendiri ada daerah yaitu di daerah pegunungan Ojiya,niigata. Para penduduknya banyak sekali yang mengembangbiakan ikan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selang beberapa ratus tahun diperoleh hasil pembiakan yang memperoleh strain ikan karIkan per ini dengan warna merah atau biru cerah. Inilah yang menjadi moment awal dihasilkannya strain-strain yang lebih indah sampai sekarang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sekitar tahun 1870 keluarlah strain yang berwarna merah bercampur putih yang dikenal dengan sebutan Kohaku.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kemudian menyusul tahun 1910 keluar lagi dengan paduan warna putih dan hitam (shiroutsuri) dan warna kuning yang berpadu dengan warna hitam (Kinutsuri)&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah pad&lt;img src="http://o-fish.com/Koi/images/KoiCov.jpg" align="left" border="1" height="201" hspace="10" vspace="10" width="169" /&gt;a tahun 1930 mulai ditemukannya variasi warna pada tubuh ikan koi ini yang lebih unik dengan garis yang lain seperti paduan warna merah,hitam dan putih (showa Sanke).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selain ada corak dengan sisik emas (Kinrin),sisi perak (Ginrin, and keemasan (Ogon).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena itulah jepang memimpin dalam pengembangan ikan yang berumur panjang hingga puluhan tahun ini bahkan bisa mencapai seratus tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Untuk memuaskan penasaran akan indahnya ikan ini kita bisa membeli yang tak terlalu mahal harganya. Hitung-hitung sebagai percobaan. Kalau lagi hoki kita malah bisa mendapatkan ikan kecil yang harganya murah tetapi setelah besar justru mempunyai patron&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;warna yang unik dan indah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena itu ada tips-tips tertentu kalau mau memilih ikan koi bakalan ini yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jangan      memilih ikan yang masih baru datang dari kiriman peternak.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pilihan yang sudah dikarantina dan sudah lahap makan poor lebih cenderung bertahan hidup dari pada yang belum dikarantina.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pilih      warnanya yang padat. Biasanya kalau sudah dewasa,warnanya akan mengalami      perubahan dibanding warna awalnya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Gerakan      yang lincah tentu harus jadi pertimbangan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Perhatikan      dengan cermat kelengkapan fisiknya seperti sirip,ekor dan bentuk tubuh      yang sempurna.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ikan koi sebenarnya sangat mudah sekali pemeliharaannya. Bisa di kolam ataupun aquarium. Tapi karena faktor keeksotisan warnanya lebih dominan di punggung maka ikan koi lebih layak kalau dipelihara di kolam daripada di aquarium.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikut ini tips pemeliharaannya :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Usahakan kebersihan air terjaga. Karena disamping mengganggu penikmatan warna dan bentuknya juga mengganggu kesehatan koi itu sendiri. Oleh karena itu bila memungkinan pemberian filter akan sangat banyak membantu.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pemberian pakan hendaknya dibatasi sampai ikan itu mau memakan makanan yang terakhir. Artinya jangan sampai banyak sisa makanan yang tidak dimakan. Yang menyebabkan kolam jadi cepat kotor.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Penempatan      jumlah ikan sesuaikan dengan besarnya kolam.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Ikan      yang yang sakit hendaknya segera disendirikan atau dikarantina supaya      tidak menular pada ikan yang lain.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pakan yang diberikan bisa terdiri poor (siap saji) baik itu untuk pertumbuhan badan ikan ataupun pencerah warna dengan kandungan spirulina.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Makanan tambahan alami seperti cacahan udang atau rajangan sayur kecil-kecil bisa diberikan sebagai asupan gizi ikan. Perbandingan bahan hewani dan nabati berkisar 4 : 6 .&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah kalau kita sudah tahu tips sederhana pemilihan dan perawatannya. Mungkin kita bisa hunting ikan yang sangat jinak ini. Bakalan yang bagus bisa kita dapatkan di breeding yang sudah terkenal namaya. Kalau mau beli yang berkwalitas dalam jumlah banyak dengan harga murah kota blitar mungkin tujuan yang utama untuk wilayah di Jawa Timur. Sedangkan kalau sekedar coba-coba dalam jumlah yang sedikit di daerah Surabaya, Jalan Irian Barat,kayoon di sekitar kolam renang brantas. Di situ banyak sekali pilihannya. Aktifitas jual-beli bermacam-macam ikan biasanya di dominasi hari selasa,kamis dan minggu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Alternatif yang kedua mungkin bisa di jalan Patua atau Tentara Genie Pelajar. Tidak terlalu banyak memang. Tapi biasanya ikan koi yang dijual disitu sudah termasuk pilihan. Nggak terlalu mahal kok. Biasa ada yang berkisar harga Rp 10.000,- s/d Rp 100.000,- tergantung jenis,besar-kecil dan warnanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah sekarang siap untuk menikmati gerakan ikan koi yang lembut sambil menampilkan kencantikan warna dan bentuknya. Tak lupa teriring sedotan rokok dalam-dalam dan seruputan kopi yang nikmat menambah kita betah nongkrong di depan kolam sambil memikirkan akankah ikan cantik ini bisa disentuh peluang &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;b&gt;bisnis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;nya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-4783495460523254029?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/4783495460523254029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=4783495460523254029' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4783495460523254029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/4783495460523254029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-ikan-mas-koi.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Ikan Mas Koi'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-7352001659468201108</id><published>2008-03-09T20:42:00.006+07:00</published><updated>2008-05-08T16:10:05.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis burung parkit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya parkit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya burung parkit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Burung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='burung parkit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warna burng parkit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parkit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parkit cantik'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Burung Parkit</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Shaw,seorang penulis buku Zoologi of New Holland memberi nama burung mungil ini dengan sebutan Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani,melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Corak bergelombang inilah yang mungkin berkaitan dengan warna bulu burung parkit yang bermacam-macam.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada tahun 1831 salah satu museum di London,Linne Society memamerkan pajangan burung parkit yang mati,tetapi tampak seperti masih hidup di dalam salah satu ruangannya. Inilah yang akhirnya mengundangberbagai kalangan,terutama para ahli di bidang perburungan. Diantaranya adalah John Gould. Berawal dari sinilah sejarah parkit dibawa ke negeri Inggris.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada tahun 1850 perkembangan burung berparuh bengkok ini mulai sukses dibiakan dikebun binatang Antwerpens,Belgia. Karena kecantikan warna bulu burung ini beberapa negara eropa lainnya mulai ikutan mengimpor burung ini dalam jumlah yang besar. Akhirnya burung parkit sudah mulai dikembang biakan di mana-mana.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Warna kuning pada bulu burung parkit di hasilkan di Belgia pada tahun 1872 dan di Jerman pada tahun 1875 dengan warna yang sama. Berikutnya warna biru yang muncul pada tahun 1878. dan tahun 1917 warna putih menyusul hingga tahun 1940 puncak keragaman warna bulu burung parkit ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyebaran yang luas menyebabkan burung ini mendapat banyak sebutan. Orang belanda menyebutnya Undulated grass parkeet. Kalau orang perancis memanggil dengan sebutan Perche Ondule. Sedangkan bangsa Jerman menggunakan nama Wellensittichberdasarkan Checklist of bird of the world yang disusun oleh Peters tahun 1937 klasifikasi burung ini data sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Filum&lt;span&gt;                  :&lt;/span&gt; Chordata&lt;img src="http://kicaudaun.com/wp-content/uploads/2007/10/dscn3041.jpg" alt="burung parkit" align="right" border="1" height="185" hspace="60" vspace="10" width="139" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak filum&lt;span&gt;        : &lt;/span&gt;Vertebrata&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kelas&lt;span&gt;                   : &lt;/span&gt;Aves&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bangsa&lt;span&gt;                : &lt;/span&gt;Psittaciformes&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suku&lt;span&gt;                    : &lt;/span&gt;Psittacidae&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak suku&lt;span&gt;          : &lt;/span&gt;Psittacinae&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Marga&lt;span&gt;                 : &lt;/span&gt;Melopsittacus&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jenis&lt;span&gt;                    : &lt;/span&gt;Melopsittacus undulus&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan oktober – desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya,bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang,sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diperlukan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tetapi karena sifatnya yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar. Disamping kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikut ini tips pemeliharahaan burung parkit ini :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Usahakan memilih induk yang berbeda warna.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘&lt;i&gt;Rumah pribadi’&lt;/i&gt; yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Persiapkan pula kandang cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge,jagung atau yang lainnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Makanan utama burung ini adalah millet yang mudah didapatkan di kios-kios penjual makanan burung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena relatif gampang makanannya dan cepat berkembangbiaknya satwa ini maka tidak hanya pelaku &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ternak burung tetapi juga banyak hobiis yang gandrung dengan burung ini terutama anak-anak. Untuk itu,bagaimana juga kebersihan pemiliknya setelah melakukan perawatan burung cantik ini jangan lupa juga membersihkan tangan terutama pada anak-anak. Konon hampir semua jenis burung paruh bengkok berpotensi masalah asma terlebih pada anak-anak. Tapi itu tidak pada semua anak-anak tentunya. Bukankah menjaga kebersihan harus dalam segala hal, setuju?&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-7352001659468201108?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/7352001659468201108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=7352001659468201108' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/7352001659468201108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/7352001659468201108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-burung-parkit.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Burung Parkit'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-1214294295034365633</id><published>2008-03-09T20:40:00.011+07:00</published><updated>2009-08-06T21:48:58.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumansia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis susu kambing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='susu kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fauna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis susu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis susu kambing organik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='susu kambing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='susu kambing organik'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Susu Kambing Organik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fPl5-_R7iUg/SFUW9KSmOaI/AAAAAAAAAUU/r-DlnKUyUh4/s1600-h/goat_-_cartoon_1__oPt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 130px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fPl5-_R7iUg/SFUW9KSmOaI/AAAAAAAAAUU/r-DlnKUyUh4/s200/goat_-_cartoon_1__oPt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212097383741405602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Susu kambing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mungkin sedikit asing bagi sebagian orang dalam hal khasiat dahsyatnya. namun bagi penderita beberapa penyakit yang sembuh setelah mengkonsumsi &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;susu&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;organik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; jenis ternak ini pasti akan mengelu-elukannya. Departemen Pertanian Amerika (USDA) melakukan penelitian kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh kita dengan memperbandingkan dengan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;susu&lt;/span&gt; sapi maupun ASI sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengkonsumsi &lt;a href="http://www.susu-kambing.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;susu kambing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;organik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; secara teratur akan membantu mengatasi gangguan kesehatan seperti :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pencernaan,kelebihan asam lambung (kembung),maag kronis dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alergi pada kulit dan organ tubuh (pernapasan dan pencernaan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asma,TBC dan infeksi paru-paru akut/menahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kelainan fungsi ginjal (neprotic sindrom) atau infeksi,termasuk asam urat tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persendian tulang seperti reumatik dan osteophorosis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stamina/daya tahan tubuh menurun atau tenaga/vitalitas kendor dan loyo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impotensi/frigiditas (gairah seksual turun)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kekurangan nutrisi dan gangguan metabolisme tubuh lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;kelebihan &lt;a href="http://www.susu-kambing.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;susu kambing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;organik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dibandingkan susu kuda/sapi :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kandungan Flourine (mineral pelindung paru-paru) 10 - 100 kali lipat lebih besar dari pada susu kuda/sapi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai khasiat antiseptik alami yang menekan pertumbuhan bakteri jahat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersifat basa (alkali food) sehingga aman dikonsumsi tubuh (untuk pencernaan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandungan protein yang lembut dan efek laktase yang ringan sehingga tidak menyebabkan diare (mencret)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandungan lemak yang bertekstur lembut dan halus,bersifat homogen,mudah dicerna sehingga menekan timbulnya reaksi alergi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai kandungan zat anti kanker (&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://santriasli.wordpress.com/category/cancer/"&gt;cancer&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aman dikonsumsi bagi balita yang alergi terhadap susu sapi atau yang lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cara konsumsi &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;susu kambing&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;organik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sebenarnya tidak jauh berbeda dengan minum susu yang lainnya. hanya saja karena tersimpan dalam keadaan beku,maka penyajian harus dilakukan pencairan. bisa langsung diminum secara langsung segar ataupun dihangatkan dengan temperatur 40 derajat celcius dengan waktu maximal 1 menit.&lt;br /&gt;Pemanasan yang berlebihan akan merusak kandungan flourine yang bermamfaat bagi tubuh. sebenarnya cara inipun berlaku pada &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;susu&lt;/span&gt; yang lainya meskipun&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;susu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; sapi misalnya tidak dianjurkan dimasak diatas suhu 60 derajat celcius. efek manfaat &lt;a href="http://www.susu-kambing.com/"&gt;susu kambing&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;organik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; akan sangat terasa bila kita meminum secara teratur. Adapun aturan minumnya adalah&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dewasa : 120 s/d 150 cc sehari (pagi atau malam)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak-2  : 250 cc sehari (pagi atau malam)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk terapi diminum setiap hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Untuk menjaga perawatan/kesehatan 2 s/d 3 kali seminggu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Tips memilih &lt;a href="http://www.susu-kambing.com/"&gt;susu kambing&lt;/a&gt; yang baik adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ternak &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kambing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang dipelihara secara &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;organik &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;sehingga kandungan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;su&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;u&lt;/span&gt; yang dihasilkan tidak tercemar bahan-bahan kimia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perawatan pada kambing yang sakitpun juga tidak dilakukan dengan pengobatan menggunakan bahan-bahan kimia. tetapi menggunakan ramuan atau jamu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih peternakan yang  kesehatan dan produksi ternak &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kambing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;nya diawasi oleh dokter hewan sehingga kwalitas &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;susu&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;yang dihasilkan baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih dalam keadaan tersimpan secara beku (freezer) sehingga kwalitasnya lebih terjaga dibanding keadaan cair yang lewat 1/2 hari. dalam keaadaan beku bisa bertahan hingga 4 bulan.Sedangkan dalam keadaan dingin refrigerator (kulkas) hanya berkisar 5 hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan tanggal kadaluwarsa produk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Susu&lt;/span&gt; yang rusak mempunyai ciri-ciri : rasa kecut atau asam,timbul seperti bintik-bintik kecil pada cairan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;susu&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susu yang dibekukan biasanya berwarna kuning muda dan akan berubah menjadi putih biasa setelah mencair.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tips menghilangkan bau lebus (bau seperti badan kambing) adalah waktu memasak (menghangatkan) diaduk/dicelupi dengan daun pandan. Selain diminum secara langsung,bisa juga diberi tambahan gula,madu,telur ataupun rempah-rempah seperti kayu manis,jahe dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Selain mengkonsumsi untuk diri sendiri ataupun keluarga sendiri,ada &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;peluang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang bisa kita manfaat yaitu menjadi agen &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;susu kambing organik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.tidak hanya sehat yang kita dapat,berkah rejeki dari susu kambingpun bisa kita raup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;tertarik untuk menjadi &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;agen atau pembelian&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;susu kambing&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Naga SP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;? hubungi :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Achmad Yusuf&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jl Demak Timur 6/15 Surabaya telp : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;031-70383759 / 031-5490164 / 087852339227&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Tersedia dalam kemasan :&lt;/span&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;120 cc    Rp          &lt;/b&gt;&lt;b&gt;7.000,-&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;250 cc   Rp  &lt;/b&gt;&lt;b&gt;12.500,-&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;500 cc   Rp  22.000,-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5365101909358326178-1214294295034365633?l=nuansabisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/feeds/1214294295034365633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5365101909358326178&amp;postID=1214294295034365633' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1214294295034365633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5365101909358326178/posts/default/1214294295034365633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuansabisnis.blogspot.com/2008/03/nuansa-bisnis-susu-kambing-organik.html' title='Nuansa Bisnis : Bisnis Susu Kambing Organik'/><author><name>Bryant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16056780023538288474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fPl5-_R7iUg/SFUW9KSmOaI/AAAAAAAAAUU/r-DlnKUyUh4/s72-c/goat_-_cartoon_1__oPt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5365101909358326178.post-3765054809525793189</id><published>2008-03-09T20:38:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T15:00:12.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nuansa Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Sampingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peralatan RT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Service'/><title type='text'>Nuansa Bisnis : Bisnis Blender</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peralatan rumah tangga atau dapur adalah hal wajib bagi setiap keluarga kecil maupun besar. keberadaan barang sederhana seperti blender tampaknya sangat sederhana namun tak dipungkiri bahwa alat &lt;img src="http://www.thegreenhead.com/imgs/industrial_blender.jpg" alt="blender" align="right" border="1" height="245" hspace="10" vspace="10" width="198" /&gt;tersebut harus ada disetiap rumah.&lt;br /&gt;Demikian halnya peralatan listrik rumah tangga yang lainnya seperti &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;setrika,mixer,rice cooker,majic jar,pompa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan masih banyak lagi macamnya begitu membantu ibu-ibu dalam melakakukan pekerjaan rumah tangga mereka.&lt;br /&gt;Persoalan terhadap alat-alat tersebut timbul apabila salah dalam pemakaian atau frekwensi yang tinggi penggunaannya. Tak ayal yang namanya &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;spare part&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; salah satu bagian dari peralatan tersebut sering mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;Keputusan yang paling mudah adalah membuangnya dan membeli peralatan yang baru. Itu sudah pasti kepu
